Sekilas Info

Pasutri Jepang di Ambon Diduga Kena DBD Tapi Dikhawatirkan Corona Mulai Sembuh, Sampel Darah Mereka Dikirim ke Surabaya

Foto: satumalukuID/Ian Toisutta Dari Kanan, Kepala Dinas Kesehatan Maluku dr. Meikal Pontoh, Sekda Maluku/Ketua Gugus Tugas Pencegahan Covid-19 dan Asisten Operasi Kodam XVI/Pattimura Kolonel Inf. Eppy.

satumalukuID- Pasangan Suami Istri (Pasutri) asal Jepang, yang diisolasi karena dikhawatirkan terpapar Corona Virus Dieses 2019 (Covid-19), mulai sembuh di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. M. Haulussy, Kota Ambon.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Maluku, dr. Meykal Pontoh dalam konferensi pers di lantai 6 Kantor Gubernur Maluku, Kota Ambon, Kamis (19/3/2019).

Menurutnya, status dua WNA asal Jepang yang sebelumnya Pasien Dalam Pengawasan (PDP) bersama warga Bekasi, kini telah diturunkan menjadi Orang Dalam Pemantauan (ODP). Sebab, ketiganya sudah mulai sembuh di RSUD Haulussy.

"Untuk yang warga asal Bekasi itu hasil laboratoriumnya belum keluar. Karena di sana (Lab Surabaya) sistem antri. Ada kurang lebih 1.000 spesimen yang antri," ungkap Meykal.

Untuk pasutri asal Jepang, lanjut Meykal, spesimen mereka yang sebelumnya hendak dikirim tapi ditolak maskapai penerbangan Lion Air dan Batik Air, karena harus melalui beberapa prosedur, namun kini sudah bisa dikirim.

"Sore ini sudah dikirim pakai pesawat. Pesawat apa tidak usah disebutkan. Jangan sampai orang (penumpang) kabur," tambah Ketua Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan Covid-19 Maluku, Kasrul Selang.

Meykal melanjutkan, saat ini di RSUD Haulussy terdapat 3 ODP. Status mereka sebelumnya PDP. Tapi karena sembuh, maka diturunkan menjadi ODP. Yaitu satu warga Bekasi dan dua warga Jepang tersebut.

"Nanti kalau hasil spesimen mereka sudah keluar dan dinyatakan negatif, maka mereka boleh dikeluarkan," katanya.

Menurut Meykal, di Kota Ambon terdapat 4 warga dengan status ODP. Satu berada di luar RSUD. Status mereka ODP, karena gejala-gejala yang mengarah ke Covid-19 sudah menghilang.

"Ternyata 3 PDP ini membaik dan gejala-gejala yang mengarah ke Covid itu menghilang. Makanya sekarang dari segi kesehatan, menurunkan lagi statusnya menjadi ODP. Karena membaik," tandasnya kembali.

Meykal berharap, di Maluku tidak ada masyarakat yang sampai terindikasi maupun terpapar Corona. "Kita berdoa, mudah-mudahan tidak ada yang kena," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Gugus Tuga pencegahan Covid-19 di Maluku, Kasrul Selang, mengaku, orang yang sudah diisolasi belum langsung dikatakan positif.

"Karena harus diuji lagi dengan pengambilan sampel untuk dites di lab yang yang telah diberi kewenangan oleh Pemerintah RI," tandasnya.

Penulis: Ian Toisutta
Editor:Embong

Baca Juga

error: Content is protected !!