Sekilas Info

Mengamuk Saat Mabuk dan Enggan Ditegur, Warga di Pulau Haruku Tewaskan Tetangganya

Foto: satumalukuID/Embong Ilustrasi korban.

satumalukuID- Naas menimpa DT, warga Desa Haruku, Kecamatan Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah. Pria 41 tahun ini tewas dianiaya JM, tetangga sendiri menggunakan senjata tajam jenis parang. JM kala itu dalam kondisi mabuk minuman keras. Ia kini masih kabur masuk hutan.

DT diparangi dua kali. Sebelum tutup usia, dia sempat berlari kurang lebih 300 meter dari depan rumah pelaku. Ia tersungkur hingga menghembuskan nafas terakhir di depan rumah Michael Mustamu, Kompleks Sia, Dusun Soa Belanda, Desa Haruku, Kamis (19/3/2020) pukul 02.00 WIT.

Kasubbag Humas Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, Iptu Julkisno Kaisupy, mengatakan, sebelum dibacok, korban bersama JT, temannya menghadiri pesta perkawinan di rumah keluarga Michael Mustamu. Di sana, mereka bertemu pelaku.

Saat bertemu pelaku, JT memintanya untuk tidak membuat keributan di dalam negeri. Sebab, pelaku dikenal suka membuat keributan. Korban, juga sempat berkelakar.

Korban dengan nada candanya menyampaikan jika pelaku berbuat keributan, maka mereka berdua akan berkelahi. Kelakar korban saat itu tidak ditanggapi pelaku. Acara nikahan berlangsung aman hingga selesai.

Setelah acara berakhir, pelaku dan JT pulang ke rumah masing-masing. Namun, tak lama berselang, pelaku datang menggenggam parang menemui JT di rumahnya. Saat itu korban masih berada di tempat acara.

Kedatangan pelaku JM saat itu tidak bertemu dengan JT. Dia kemudian pulang ke rumah. Kemudian membuat keributan di depan rumahnya sendiri.

Saat membuat keributan, korban dan istrinya yang hendak pulang ke rumah melihat pelaku. Korban kemudian menghampiri pelaku. Tujuannya untuk meredakan amarah pelaku saat itu. Sayang, maksud baik korban justru berubah menjadi petaka. Pelaku tidak terima dan langsung mengayunkan pedangnya.

Sebanyak dua kali, korban diparangi oleh pelaku. Dia dibacok hingga menyebabkan leher, bahu dan telinga sebelah kiri menderita luka robek akibat sabetan parang pelaku.

"Saat terluka, korban melarikan diri kurang lebih 300 meter dari TKP. Sampai di depan rumah Michael Mustamu korban jatuh dan meninggal dunia akibat luka dan kehabisan darah. Dia selanjutnya dibawa ke Puskesmas Hasaa,” ujarnya.

Kematian korban mendapat perhatian Kapolresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, Kombes Pol. Leo Surya Nugraha Simatupang, yang sedang melakukan kunjungan kerja di Pulau Haruku.

"Tadi pak Kapolresta langsung melayat di rumah korban dan bertemu keluarga korban di rumah duka," tambah Julkisno.

Usai melayat, Kapolresta langsung perintahkan anggota Polsek Haruku dibackup Polresta Ambon untuk segera menangkap pelaku.

"Selain memerintahkan pelaku segera ditangkap, pak Kapolresta juga meminta Kanit Reskrim untuk memeriksa para saksi yang melihat langsung kejadian," tandasnya.

Penulis: Ian Toisutta
Editor:redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!