Sekilas Info

Lakukan Penyembuhan dan Peribadahan yang Diduga Sesat, Ibu Rumah Tangga di Gunung Nona Ambon Diusir Warga

Foto: satumalukuID/Humas Polresta Ambon Pertemuan di Kantor Polisi.

satumalukuID - Warga Gunung Nona RT 004 RW 004 Negeri Amahusu, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, dibikin resah dengan ulah IT, seorang ibu rumah tangga di kawasan tersebut.

IT diduga melakukan penyembuhan dan peribadahan sesat. Sejumlah warga sudah jadi korban. Tak terima, warga setempat langsung mengusirnya keluar dari tempat tinggalnya sendiri.

Kasubbag Humas Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, Iptu Julkisno Kaisupy, membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, peristiwa itu berlangsung sejak Selasa (17/3/2020) lalu, sekira pukul 13.00 WIT.

"Bhabinkamtibmas Negeri Amahusu Brigpol Jerry D. Matitaputty melakukan mediasi masalah terkait keresahan warga atas aktifitas yang dilakukan oleh  Ibu IT," kata Julkisno kepada satumalukuID, Kamis (19/3/2020).

Rumah ibu rumah tangga berusia 38 tahun ini, sempat dikerumuni warga. Mereka menilai dia telah melaksanakan peribadahan dan penyembuhan yang diduga sesat. Bahkan, aktivitas IT telah meresahkan warga di sekitar Gunung Nona RT 004 RW 004 Negeri Amahusu dan RT 002 RW 008 Wara, Kelurahan Benteng.

Beruntung, atas informasi itu, Bhabinkamtibmas bersama sejumlah personel intel Polsek Nusaniwe, bergegas cepat. Bersama tokoh masyarakat dan tokoh agama,  IT kemudian diamankan ke kantor polisi.

"Karena massa yang berkerumun di seputaran rumah IT cukup banyak sehingga untuk mengantisipasi amukan warga maka Ibu IT dibawa ke Pos Polisi Benteng guna mencari solusi," kata dia.

IT digelandang ke Pos Polisi bersama sejumlah barang bawaannya yakni 5 lembar beserta nama identitas dibalik foto tersebut, bungkusan tisu berisi uang Rp. 150.000 yang dibungkus bersama 2 buah kelereng warna putih dan putih tranparan berserta butiran beras padi.

"Ada juga amplop berisi uang koin dan uang kertas berserta nama identitas orang, 2 tas pelastik berisikan ampas kayu dan kertas berisikan nama nama orang," ungkapnya.

Dalam pertemuan itu, warga mengeluarkan pernyataan sikap sesuai keputusan ketua RT. Warga meminta IT segera keluar dari lingkungan tempat tinggalnya. Ini dilakukan agar tidak menimbulkan permasalahan baru.

"Ketua RT dan pihak lain beserta warga membuat surat pernyataan sikap bahwa tidak ingin atau menolak Ibu IT untuk tinggal di RT tersebut," kata Julkisno.

Atas permintaan itu, IT juga membuat surat pernyataan bahwa dia tidak keberatan untuk keluar dari lingkungan maupun RT dimaksud.

"Ibu IT bersedia kembali ke kampungnya di Pulau Seram dalam waktu secapatnya serta tidak kembali ke rumahnya yang berada di Gunung Nona. Dia akan menunggu keluarga yang akan datang menjemputnya," jelasnya.

Berdasarkan kesepakatan bersama, proses mediasi antara warga dan IT yang disaksikan polisi berjalan aman lancar.

Penulis: Ian Toisutta
Editor:Embong

Baca Juga

error: Content is protected !!