Sekilas Info

BLOK MASELA

Gubernur Maluku Setujui Penetapan Lokasi Pelabuhan Kilang LNG Masela di Pulau Nustual Kepulauan Tanimbar

satumalukuID - Pihak INPEX Masela sebagai operator Proyek gas alam cair atau Liquefied Natural Gas (LNG) Abadi Blok Masela mendukung keputusan Gubernur Maluku Murad Ismail terkait lokasi Pelabuhan Kilang LNG Abadi.

Sebagai operator Proyek LNG Abadi, pihak INPEX Masela akan terus berkoordinasi dan berkomunikasi dengan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) untuk melanjutkan proses pengadaan tanah, bagi pelabuhan kilang LNG berdasarkan surat keputusan Gubernur tersebut.

Pernyataan tersebut disampaikan Corporate Communication Manager INPEX Masela, Moch N. Kurniawan dalam keterangannya kepada satumalukuID, Senin (16/3/2020) malam.

"Ini memungkinkan kami dapat merealisasikan tahapan proyek LNG Abadi sesuai dengan rencana pengembangan atau plan of development (PoD) yang telah disetujui pemerintah Indonesia,” terang lelaki yang akrab disapa Iwan ini.

Bisa dibilang rencana pembangunan kilang LNG Masela mendapatkan kemajuan cukup berarti. Lantaran Gubernur Maluku telah menyetujui penetapan lokasi pelabuhan kilang LNG dari Lapangan Abadi di Wilayah Kerja Masela dibangun di Pulau Nustual, Desa Lematang, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar.

Keputusan tersebut tertuang dalam SK Gubernur Maluku No. 96 Tahun 2020, tanggal 14 Februari 2020. Lokasi pembangunan pelabuhan seluas sekitar 27 Ha ini, diperuntukkan untuk mendukung pengembangan dan produksi gas bumi Lapangan Abadi serta penyediaan sarana dan prasarana termasuk memfasilitasi perpindahan barang termasuk suku cadang.

Deputi Dukungan Bisnis SKK Migas, Sulistya Hastuti Wahyu di Jakarta, Senin (16/3/2020) menjelaskan, keputusan ini merupakan bukti konkret sinergi antara SKK Migas, Inpex dan Pemerintah Daerah Provinsi Maluku, yang telah mencapai kata sepakat menetapkan lokasi pembangunan pelabuhan.

"Kadang-kadang proses seperti ini tidaklah mudah. Namun berkat dukungan masyarakat melalui konsultasi publik, proses ini berjalan dengan baik dan cepat,” nilainya.

Setelah penetapan lokasi, kata dia, SKK Migas dan Inpex akan bekerja sama dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) untuk proses pengadaan tanah tersebut.

“Dalam proses pengadaan tanah ini akan ada proses pengukuran dan pembayaran ganti rugi, yang dipimpin oleh BPN. Diperkirakan memakan waktu sekitar delapan bulan,” terangnya.

Menurut Sulistya, Lapangan Abadi merupakan lapangan pertama Blok Masela di wilayah Maluku yang sedang dikembangkan dan dioperatori oleh Inpex Masela, Ltd.

Selain melakukan pembebasan tanah, saat ini Inpex juga melakukan tender Front End Engeineering Design (FEED) dan membuat pedoman rencana tender EPC (Engeineering, Procurement and Construction) yang akan digunakan sebagai parameter Final Investment Decision (FID).

Baca Juga

error: Content is protected !!