Sekilas Info

KECELAKAAN LAUT

Nelayan Desa Kamal Seram Barat yang Perahunya Pulang Tanpa Awak, Akhirnya Ditemukan Mengapung Tak Bernyawa

satumalukuID - Ibrahim Polanunu, nelayan asal Desa Kamal, Kecamatan Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) yang sempat hilang di laut, akhirnya ditemukan.

Lelaki 55 tahun ini ditemukan sudah meninggal dunia, Jumat (13/3/2020) sekira pukul 06.30 WIT. Jenasahnya mengapung tak jauh dari depan perairan Desa Kamal.

"Ditemukan pagi tadi jam 06.30 WIT di lokasi tidak jauh dari Desa Kamal, kurang lebih 300 meter dari pantai," kata Kepala Basarnas Ambon, Muslimin kepada satumalukuID, Jumat malam.

Dengan ditemukan korban, kata Muslimin, maka operasi pencarian dinyatakan selesai. "Kepada semua unsur SAR yang terlibat kami sampaikan terima kasih," tandasnya.

Sebelumnya, perahu Ibrahim Polanunu, ditemukan warga terombang ambing tanpa awak di laut pada Rabu malam (11/3/2020) pukul 21.00 WIT.

Lelaki 55 tahun ini berangkat untuk menangkap ikan di sekitar perairan laut Desa Kamal pada Selasa (10/3) sekira pukul 18.30 WIT. Keberadaan korban hingga kini belum diketahui pasti setelah perahunya ditemukan oleh nelayan lainnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun satumalukuID, warga yang menemukan perahu korban kemudian menghubungi keluarganya. Kasus membahayakan nyawa manusia di laut ini pun dilaporkan kepada Pemerintah Desa setempat.

Korban sendiri merupakan seorang nelayan yang kesehariannya beraktifitas di laut untuk menghidupi keluarganya.

Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas) Ambon, Muslimin, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Kejadian membahayakan manusia di laut itu diketahui setelah pihaknya menerima laporan dari keluarga korban.

Tim SAR dikerahkan menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP) di Desa Kamal. Tim melakukan pencarian pada koordinat duga atau lokasi penemuan perahu korban pada titik 3° 14.147’S - 128°15.327’E.

Operasi pencarian melibatkan masyarakat setempat dan unsur potensi SAR lainnya seperti dari pihak kepolisian. Upaya pencarian hingga petang ini belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban.

“Selain Kansar Ambon, pencarian juga melibatkan Polairud di SBB dan warga sekitar. Proses pencarian menggunakan RIB 01 Ambon, Speedboat Polairud dan Longboat masyarakat,” ujarnya.

Dalam proses pencarian, seluruh area pencarian hari pertama telah dilaksanakan. Hingga petang kemarin, upaya yang dilakukan tim SAR gabungan tersebut belum membuahkan hasil.

“Pencarian akan terus dilakukan hingga 7 hari Operasi SAR. Hari ini (kemarin) nihil, dan akan dilanjutkan besok,” tandasnya.

Penulis: Ian Toisutta
Editor:Embong

Baca Juga

error: Content is protected !!