Sekilas Info

PERUSAHAAN DAERAH

Gubernur Dinilai Tepat Pilih Dirut Panca Karya karena Berhasil Benahi Manajemen dan Hutang Perusahaan

satumalukuID - Kebijakan Gubernur Maluku Murad Ismail memilih dan menempatkan Rusdy Ambon, sebagai direktur untuk menangani dan membenahi manajemen perusahaan milik daerah Pancakarya, dinilai Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Provinsi Maluku sebagai langkah yang tepat.

"Meskipun belum genap setahun menjabat sebagai Gubernur Maluku, sejak dilantik Presiden RI Joko Widodo di Jakarta pada 24 April 2019 lalu, namun Murad Ismail sukses membenahi PD Pancakarya," nilai Ketua Bidang Energi, Sumber Daya Mineral dan Migas KADIN Provinsi Maluku, M. Azis Tunny, di Ambon, Kamis (12/3/2020).

Azis menyatakan apresiasinya terhadap kinerja Direktur Utama PD Pancakarya, Rusdy Ambon, yang dinilai berhasil menyehatkan perusahaan milik daerah ini, setelah mengalami krisis keuangan berkepanjangan akibat hutang ke pihak ketiga yang membengkak.

"Pilihan Gubernur ternyata sangat tepat sekali, karena belum setahun menjadi Dirut PD Pancakarya, Pak Rusdy sudah mampu menyelesaikan hutang-hutang perusahaan yang merupakan warisan manajemen sebelumnya," tutur Azis.

Rusdy disebut Azis, bahkan sudah menyetor Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp1 miliar ke kas daerah. "Ini menandakan perusahaan semakin sehat, dan keberhasilan ini patut kita apresiasi," katanya.

Lantaran itu, Wakil Ketua Umum BPD HIPMI Provinsi Maluku ini mengaku heran dengan penilaian pihak-pihak tertentu yang menyebut Rusdy gagal membenahi manajemen PD Pancakarya.

"Indikator yang disampaikan seperti PD Pancakarya belum menunjukkan kinerja yang memadai, belum mencetak profit yang berkontribusi bagi perekonomian daerah secara umum, sangat tidak masuk akal, tendisius, dan tidak berbasis data," ujarnya.

Menurut dia, bila dibandingkan dengan kepemimpinan PD Pancakarya dalam sepuluh tahun terakhir ini, kinerja Rusdy Ambon sangat baik dan mampu mengangkat performa perusahaan ini ke level yang lebih baik dari sebelumnya.

"Karena keberhasilannya membenahi manajemen, mengembalikan fungsi-fungsi manajemen, dan menyelesaikan hutang-hutang perusahaan, performa PD Pancakarya sekarang sudah sangat baik, dan semakin sehat," tegasnya.

Ia menjelaskan, PD Pancakarya mulai berkontribusi bagi PAD setelah berhasil melunasi hutang antara lain, gadai sertifikat lahan kantor di BNI 46 Ambon sebesar Rp3 miliar, hutang docking kapal motor penyeberangan (KMP) di Dok Waiyame sebesar Rp2,3 miliar, dan hutang-hutang lainnya sekitar Rp2 miliar lebih.

"Setelah berhasil menyelesaikan hutang di BNI 46 sebesar Rp3 miliar, Pak Rusdy akhirnya berhasil menarik kembali sertifikat aset PD Pancakarya yang tertahan di BNI 46 sebagai agunan atau jaminan hutang," ungkapnya.

Menurut dia, salah satu variabel keberhasilan Rusdy dalam membenahi manajemen PD Pancakarya karena dirinya menerapkan sistem manajemen yang transparan dan akuntabel.

"Jabatan Dirut PD Pancakarya ini membutuhkan figur yang amanah, dan bekerja dengan hati buat Maluku. Saya melihat Pak Rusdy memenuhi kriteria itu. Kalau salah menempatkan orang di posisi ini, belum tentu performa PD Pancakarya akan sebaik sekarang ini," tantangnya.

Azis juga berharap, pelbagai kasus hukum yang mengakibatkan PD Pancakarya sempat terpuruk dan mengalami kriris keuangan berkepanjangan, agar segera ditindaklanjuti ke ranah hukum.

"Pak Rusdy telah menertibkan praktek-praktek penyelewengan keuangan di internal PD Pancakarya, dan ini mungkin saja membuat pihak-pihak tertentu tidak nyaman. Saya berharap kasus hukum yang sebelumnya terjadi segera ditindaklanjuti ke ranah hukum sesuai aturan yang berlaku, sebab penyelewengan anggaran di masa sebelumnya terlalu besar dan hampir membuat perusahaan ini kolaps," ujarnya.

Menurut dia, krisis keuangan yang pernah melanda PD Pancakarya disebabkan karena sistem manajemen keuangan yang buruk dan tidak akuntabel. Hal ini terungkap dari hasil temuan Inspektorat dan BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan). Faktor lainnya adalah sarana dan prasarana kantor yang juga buruk.

Kondisi ini menurut Azis, berdampak pada kepercayaan pihak lain untuk bekerjasama dengan PD Pancakarya tidak ada. Salah satu variabel dalam kerjasama bisnis juga adalah performance.

"Saya melihat ada upaya Pak Rusdy untuk merenovasi kantor PD Pancakarya sebagai upayanya mengangkat performance dan menarik kepercayaan pihak mitra. Kalau tidak salah, proses renovasi kantor PD Pancakarya sudah dikerjakan mulai tahun ini. Saya sangat optimis, PD Pancakarya di tangan beliau akan semakin maju," tandasnya.

Penulis: Ian Toisutta
Editor:Embong

Baca Juga

error: Content is protected !!