Sekilas Info

TNI GADUNGAN

Anggota Korem 151/Binaiya Gadungan yang Mengaku Panitia Seleksi Catam TNI AD Ditangkap di Ambon

Foto: satumalukuID/Pendam XVI Pattimura Ricardo Likipeuw Tentara Gadungan (tengah) saat diserahkan di Markas Polres Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, Rabu (11/3/2020).

satumalukuID- Ricardo Likipeuw berhasil ditangkap tim intel gabungan TNI Angkatan Darat (AD) di Kota Ambon, tepatnya di kawasan OSM, Kecamatan Nusaniwe, Selasa (10/3/2020), sekira pukul 23.15 WIT. Berkedok anggota TNI AD, dia diduga berhasil menipu warga Tanimbar sebesar Rp 30 juta.

Pemuda 22 tahun ini mengaku sebagai anggota Korem 151/Binaiya. Tinus Luturmas, warga Desa Tutukembung, Kecamatan Nirunmas, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, kena tipu. Korban percaya jika pelaku termasuk sebagai panitia penerimaan tes Calon Tamtama (Catam) TNI AD tahun 2020.

Berdasarkan informasi yang dihimpun satumalukuID, kasus penipuan dengan modus tentara gadungan ini terjadi di Desa Tutukembung, Kecamatan Nirunmas. Pelaku yang merupakan warga Desa Dahulu, Kecamatan Teluk Elpaputih, Kabupaten Maluku Tengah ini datang untuk menikah.

Selain menikah dengan istrinya yang adalah warga Tutukembung, Ricardo sekaligus menjalankan aksinya. Menurut Tinus Luturmas, orang tua calon siswa yang menjadi korban penipuan itu, bahwa pada 20 November 2019, pelaku datang bersama Ona Singerin, yang kala itu masih berstatus sebagai pacar.

Mereka pulang kampung setelah selesai kuliah, sekaligus melangsungkan perkawinan secara adat. Selama berada di Tutukembung, pelaku meminta pihak keluarga dari istrinya tersebut, yang ingin masuk tentara bisa ditolong.

“Pelaku bilang kalau dirinya juga masuk dalam salah satu panitia pada seleksi TNI-AD,” kata Kepala Penerangan Kodam XVI/Pattimura, Kolonel Inf. Jansen Simatupang, kepada satumalukuID, Rabu (11/3/2020).

Mendengar penjelasan pelaku, korban kemudian meminta tolong untuk mengurus putranya. Saat itu pelaku bersedia tapi dengan syarat. Korban harus menyediakan uang sebesar Rp. 85 juta. Korban yang merasa tak sanggup, menawarnya hingga menjadi Rp. 65 juta.

“Saat itu korban bilang apabila sudah lolos dalam seleksi baru bisa memberikan uang tersebut kepada pelaku,” katanya.

Usai pernikahan, pelaku balik ke Ambon. Korban kemudian dihubungi untuk mentransfer uang panjar sebesar Rp. 30 juta. Saat itu korban hanya sanggup mentranfer Rp. 5 juta ke rekening BRI atas nama Elsye Tahalea.

“Menjelang 1 minggu pelaku kembali meminta uang sebesar Rp. 25 juta dan dikirim ke rekening BRI atas nama Elsye Tahalea untuk melengkapi permintaan awal sebesar 30 juta,” jelasnya.

Setelah mentransfer Rp. 30 juta, korban lalu mendapat informasi jika pelaku bukanlah seorang anggota TNI AD. Dia kemudian bersama anaknya yang ingin menjadi tentara berangkat dari Saumlaki ke Ambon menggunakan KM. Sabuk Nusantara 107, pada 4 Maret 2020.
“Korban datang untuk mengurus anaknya ikut tes Catam TNI-AD sekaligus bertemu dengan pelaku sebagai Calo,” terangnya.

Di Ambon, korban kembali mendapat informasi langsung secara pasti dari anggota Den Inteldam XVI/Pattimura, tim intel Korem dan unit intel Kodim 1504 Pulau Ambon, jika benar pelaku bukan anggota TNI AD.

“Saat itu korban langsung memberikan alamat pelaku sehingga anggota tim intel gabungan bersama korban bergerak menuju tempat tinggalnya. Pelaku ditangkap di OSM RT 06 Kelurahan Wainitu, Kecamatan Nusaniwe,” jelasnya.

Sumber lain berhasil ditangkap, pukul 23.30 WIT, pelaku digiring menuju Markas Kodim 1504 Pulau Ambon. Setelah diterima oleh Dandim 1504 Pulau Ambon dan mendapat pengawalan dari tim intel gabungan, pelaku kemudian diserahkan ke Pomdam XVI/Pattimura.

“Pelaku sekarang sudah diserahkan oleh Pomdam XVI/Pattimura ke pihak Polres Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease untuk menjalani proses hukum selanjutnya,” katanya.

Untuk diketahui, Pelaku diamankan bersama 1 buah HT, 2 buah HP, uang tunai Rp. 94 ribu, 1 charger HP, 1 Charger HT, 2 buah buku tabungan BRI, Kartu ATM BRI 2 buah, KTA 1 buah, KTP palsu 2 buah, SIM C 1 buah, kartu indogrosir 1 buah, 1 buah tas kecil, 1 buah dompet, 1 pasang baju PDH berpangkat Sertu, 1 buah baret, 1 pasang baju olahraga, Kartu Listrik Pintar 1 buah, dan 1 buah buku tabungan BRI atas nama Ricardo Marsel Likipiouw dan Ibu Elsye Tahalea.

Penulis: Ian Toisutta
Editor:Embong

Baca Juga

error: Content is protected !!