Sekilas Info

KASUS TABRAKAN

Mahasiswa UKIM Desak Pencopotan Purek IV, Diduga Mabuk saat Tabrak Pengayuh Becak Hingga Patah Kaki

Foto: satumalukuID/Ian Toisutta Mahasiswa demo di depan Rektorat UKIM, Talake, Kota Ambon, Rabu (11/3/2020).

satumalukuID- Mahasiswa Universitas Kristen Indonesia-Maluku (UKIM) mendesak rektor perguruan tinggi tersebut, agar segera menskorsing dan sekaligus mencopot Hobarth Soselisa dari jabatannya sebagai Pembantu Rektor (Purek) 4. Doktor Hobart dinilai telah melecehkan nama baik UKIM, diduga gara-gara mabuk dan menabrak pengayuh becak.

Hobarth menabrak Febry Alfons yang sedang mengayuh becak di Jalan Rijali, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Sabtu (7/3/2020) lalu. Kala itu, pelaku mengendarai mobil dalam kondisi mabuk minuman keras. Di dalam mobil naas itu juga diduga terdapat sejumlah oknum dosen UKIM lainnya.

Desakan pencopotan Hobert tersebut disampaikan puluhan mahasiswa, dalam aksi unjuk rasa yang berlangsung di depan ruang rektorat UKIM, Tanah Lapang Kecil (Talake), Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, Rabu (11/3/2020).

Para orator mendesak Rektor UKIM untuk menskorsing Hobarth selama dua semester, sekaligus mencopotnya dari jabatan sebagai Purek 4. Mereka jua meminta Hobarth untuk ganti rugi kerusakan mobil milik UKIM, yang digunakan saat terjadinya insiden kecelakaan lalu lintas tersebut.

Dekan Fakultas Theologia UKIM, DR. Hengky Hetaria saat menemui para pendemo mengaku telah melakukan pertemuan dengan rektor. Pertemuan berlangsung untuk merespon aspirasi dari aksi mahasiswa.

Menurutnya, hasil rapat yang disepakati sebelum dirinya keluar menemui pendemo, yakni ada kesepakatan untuk segera melakukan rapat senat guna memutuskan sanksi terhadap Purek 4, yang adalah pelaku kecelakaan lalu lintas tersebut.

"Aspirasi (mahasiswa) kami dengar dengan serius, dan mempertimbangkan demi kebaikan UKIM. Namun ada prosedur dimana keputusan rektor harus mendengar senat. Untuk itu dalam waktu secepatnya akan dilakukan rapat senat," kata Hengky di depan puluhan mahasiswa.

Mendengar penjelasan dekan mewakili rektor, para pendemo yang diduga puas terhadap respon tersebut, lantas membubarkan diri dengan tertib, sambil membawa keranda mayat dan sejumlah spanduk protes terhadap sikap Hobarth, bersama sejumlah dosen lainnya.

“Selain beliau (pelaku) ada orang bersama beliau di dalam mobil juga. Indikasi oknum dosen juga,” kata koordinator lapangan Brando Matoke kepada wartawan.

Menurutnya, aksi unjuk rasa kali ini merupakan lanjutan pada Senin (9/3/2020) lalu. Kajian terkait kejadian yang menimpa Hobart telah disampaikan pihaknya kepada rektor.

“Dan hari ini kami mendesak pak rektor bersama dengan Senat Universitas secepat mungkin melaksanakan Rapat Senat Terbuka, agar segera memberikan putusan kepada Purek 4,” tegas Brando.

Menurut mahasiswa, Hobart dinilai telah melecehkan nama baik lembaga. Perbuatannya itu juga sudah memalukan nama universitas. “Kejadian ini sudah beredar di tengah masyarakat. Dan kami akan kawal sampai tuntas. Tuntutan kami adalah beliau harus di skorsing dan diturunkan dari jabatannya,” tandasnya.

Terpisah, Kasubbag Humas Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, Iptu Julkisno Kaisupy, mengaku, kecelakaan lalu lintas tersebut sudah diselesaikan secara kekeluargaan.

“Sudah diselesaikan secara kekeluargaan. Korban tidak mau buat laporan polisi,” kata Kaisupy kepada satumalukuID.

Untuk diketahui, Hobarth menabrak  saat Febry Alfons sedang mengayuh becak di Jalan Rijali, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Sabtu (7/3/2020) pagi. Lelaki 51 tahun itu diduga lalai. Dia mengendarai mobilnya dengan nomor polisi DE 1456 AC, dalam pengaruh minuman keras (miras) alias mabuk.

Sebelum kecelakaan terjadi, Hobarth hendak mendahului mobil di depannya. Kala itu, mobil avanza silver yang ternyata milik UKIM ini melaju kencang dari arah kawasaqn Skip. Bergerak dengan kecepatan tinggi, pelaku masuk jalur kanan dan menyeruduk korban dari arah berlawanan.

“Pengemudi mobil bergerak dengan kecepatan tinggi dari arah Skip, dan dalam pengaruh alkohol atau miras. Dia melambung sebuah mobil di depannya sehingga masuk jalur kanan dan menabrak pengayuh becak,” kata Kasubbag Humas Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease Iptu Julkisno Kaisupy, Senin (9/3/2020).

Kerasnya tabrakan membuat tukang becak itu terpental dan jatuh di atas badan jalan. Atap dan tempat duduk becak rusak. Sedangkan kakinya patah.

“Pengayuh becak mengalami luka. Kaki sebelah kirinya patah,” ungkap juru bicara Polresta Pulau Ambon ini.

Penulis: Ian Toisutta
Editor:redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!