Sekilas Info

BLOK MASELA

Gubernur Maluku Ajak Kepala SKK Migas Bahas Percepatan Pembangunan Blok Masela

Foto: sartumalukuID/Humas Pemprov Maluku Gubernur Maluku Murad Ismail (kiri) mengundang Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Dwi Soetjipto (kanan), untuk membahas sejumlah rencana strategis pembangunan proyek LNG Abadi Blok Masela.

satumalukuID - Gubernur Maluku Murad Ismail mengundang Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Dwi Soetjipto, untuk membahas sejumlah rencana strategis pembangunan proyek LNG Abadi Blok Masela.

Pertemuan informal itu berlangsung di kediaman pribadi Gubernur Murad di kawasan Pondok Indah, Jakarta, Minggu (8/3/2020).

"Tadi pertemuan silaturahmi, sekaligus kami membahas percepatan pembahasan lahan dan kesiapan tenaga kerja lokal. Karena rencananya pembangunan infrastruktur untuk Blok Masela sudah dimulai tahun 2021," ungkap Gubernur, dalam keterangan pers, yang diterima satumalukuID, Minggu (8/3/2020).

Niat dan komitmen Gubernur Murad untuk memajukan jadwal pembangunan kilang LNG proyek Abadi di Blok Masela, akhirnya direspon positif oleh pihak SKK Migas.

Kepala SKK Migas, Dwi Soetjipto, sebelumnya mengakui, proses pembebasan lahan dan perizinan biasanya menjadi momok dalam investasi. Hanya saja, untuk proyek LNG Abadi Blok Masela, pihaknya selalu berdiskusi dan menyakinkan Gubernur Maluku agar dapat mendukung proses pembebasan lahan.

Dwi mengakui, Gubernur Murad sangat membantu dan memberikan banyak kemudahan.

"Contohnya kemarin, waktu kami mengajukan rekomendasi untuk penggunaan lahan kehutanan dari Gubernur Maluku. Kira-kira cuma cuma 1 minggu selesai. Faster than recommendation," ujar Dwi.

Dia katakan, koordinasi yang cukup baik dengan pihak pemerintah daerah, kemudahan dalam proses pengadaan lahan di proyek Masela bisa didapatkan.

Gubernur Murad sendiri menyatakan, akan mendukung upaya percepatan pembangunan Blok Masela. Pihaknya tidak akan mempersulit proses perizinan, dan akan terlibat dalam upaya pembebasan lahan.

Gubernur Murad juga telah memberikan izin bagi penggunaan lahan kehutanan, yang akan digunakan untuk pembangunan fasilitas produksi berupa kilang LNG proyek Abadi Blok Masela.

Saat ini, Pemerintah Provinsi melalui Gubernur Maluku telah mengeluarkan rekomendasi lahan seluas 900 hingga 1.000 hektar, diharapkan dapat mengakomodasi pengolahan gas sebesar 9,5 metrik ton per annum (MTPA).

"Kepentingan Maluku agar proyek strategis nasional ini bisa berjalan karena akan memberikan multiplayer effect (dampak ganda) bagi perekonomian daerah, sekaligus membuka lapangan pekerjaan. Kita harus optimis, proyek Blok Masela akan memberikan dampak positif bagi masyarakat dan daerah Maluku," tandas Gubernur Murad.

Selain fasilitas kilang, Inpex selaku operator Blok Masela juga akan membangun gas pipa untuk kapasitas sebesar 150 juta kaki kubik per hari (MMscfd). Ke depan, ada empat fasilitas utama yang akan dibangun Inpex.

Saat ini, Inpex masih melakukan survei Amdal di fasilitas kilang LNG di darat dan FSRU. Proses survei Amdal sudah dilakukan Inpex sejak November 2019 lalu. Diperkirakan survei Amdal akan rampung dalam setahun mendatang, setelah melalui survei di musim kemarau dan hujan.

Penulis: Tiara Salampessy
Editor:Embong

Baca Juga

error: Content is protected !!