Sekilas Info

KASUS BNI AMBON

Polda Maluku Terus Kumpulkan Alat Bukti Jerat Tersangka Baru BNI Ambon

Foto: Ian Toisuta Kantor BNI Cabang Ambon di Jalan Said Perintah, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon.

satumalukuID- Sebanyak 8 orang tersangka kasus pembobolan dana nasabah BNI Kantor Cabang Utama (KCU) Ambon saat ini telah berhasil terjaring. Tapi penyidik Polda Maluku masih terus mengumpulkan alat bukti lainnya.

Kasus yang merugikan bank pelat merah itu sebesar ratusan miliar rupiah ini, masih berpeluang adanya penambahan tersangka baru lainnya.

Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol. M. Roem Ohoirat, mengaku, 8 tersangka saat ini bukan akhir dari penyidikan kasus itu.

“Kemarin kan sudah ditetapkan tersangka baru itu, dan kasus ini masih terus dikembangkan,” ungkap Ohoirat kepada satumalukuID, Minggu (8/3/2020).

Menurutnya, penyidik masih terus mengumpulkan alat bukti tambahan. Bila nantinya bukti yang terkumpul kuat untuk tersangka baru maka akan dilakukan gelar perkara.

“Dilengkapi alat buktinya dulu baru di tetapkan sebagai tersangka. Jadi semuanya tergantung hasil penyidikan,” tandasnya.

Untuk diketahui, 8 tersangka yang telah mendekam di penjara adalah Farradhiba Jusuf, mantan Wakil Pimpinan BNI Cabang Ambon dan anak angkatnya Soraya Pellu, Kepala Kantor Cabang Pembantu (KCP) BNI Mardika Andi Rizal alias Callu, Kepala KCP BNI Tual Chris Rumalewang, Kepala KCP BNI Aru Josep Maitimu, dan Kepala KCP BNI Masohi Martije Muskita.

Keenam tersangka tersebut kini telah ditangani Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi Maluku.

Sedangkan dua tersangka terakhir yakni Tata Ibrahim, Pejabat Divisi Humas BNI Wilayah Makassar, berkasnya kini sedang diteliti Jaksa. dan terakhir Wiliam Alfred Ferdinandus, teller pada BNI Ambon, kini berkasnya dalam perampungan untuk dilimpahkan dalam tahap I kepada Jaksa.

Penulis: Ian Toisutta
Editor:Embong

Baca Juga

error: Content is protected !!