Sekilas Info

PUTERI INDONESIA 2020

Berada di Top 6 Puteri Indonesia 2020, Penampilan Yocate Sudah Membanggakan Orang Maluku

Foto: Humas Maluku Penampilan Yocate saat Grand Final Pemilihan Puteri Indonesia 2020 di Jakarta Convention Center, Jumat (6/3/2020).

satumalukuID - Yoan Clara Teken, yang akrab disapa Yocate, tampil gemilang di ajang Pemilihan Puteri Indonesia 2020. Dokter muda lulusan Rusia yang mewakili Provinsi Maluku ini berhasil masuk Top 6 dari 39 Finalis Puteri Indonesia 2020, setelah mengikuti serangkaian seleksi.

Masuk Top 6 Puteri Indonesia merupakan sebuah keberhasilan tersendiri bagi Provinsi Maluku. Sebab sejak Susanty Manuhuttu meraih gelar Puteri Indonesia 1995, nyaris tak satupun Puteri Maluku yang lolos lagi hingga Top 5 dan Top 6, apalagi Top 3 Puteri Indonesia.

Dalam lima tahun terakhir, prestasi Puteri Maluku di ajang Pemilihan Puteri Indonesia, selalu kandas sebelum babak 5 atau 6 besar. Barulah saat Yocate tampil di Tahun 2020, ada lagi Puteri Maluku yang memberikan harapan setelah lolos Top 11 dan kemudian lolos lagi ke tahapan Top 6 Puteri Indonesia.

Yang menarik dari Yocate adalah dia merupakan putri asal Tanimbar pertama yang mewakili Maluku di ajang paling bergengsi ini. Dia juga tercatat sebagai lulusan SMA Negeri Siwalima Ambon dan meraih beasiswa kuliah kedokteran di Rusia.

Penampilan Yocate mendapat perhatian khusus dari Gubernur Maluku Murad Ismail, bersama istrinya Widya Murad Ismail. Keduanya hadir di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Jumat (6/3/2020) malam untuk memberikan dukungan kepada perempuan Maluku yang aktif melawan stunting itu.

"Selamat buat Yoan (Yocate), wakil Maluku di ajang Pemilihan Putri Indonesia 2020. Meskipun berakhir di enam besar, tapi ini sudah capaian yang luar biasa dan patut diapresiasi," kata Widya yang juga Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Maluku.

Putri dari Andreas Teken dan Kristina Yenipor ini merupakan dokter lulusan First Moscow State Medical University, tahun 2019. Sebelumnya, nona Seram-Tanimbar ini menjuarai ajang Pemilihan Jujaro-Mungare tahun 2019 lalu. Dia kemudian terpilih mewakili Maluku lewat proses seleksi yang dilakukan Yayasan Puteri Indonesia.

Menurut Widya, dirinya tertarik pada profil Yocate karena pribadinya yang cerdas, namun humble. Karena itu, sejak awal dia sudah menaruh harapan pada Yocate untuk tampil mewakili Maluku di ajang Putri Indonesia.

“Saya sudah melihat kemampuan Yoan (Yocate) yang luar biasa, saat dia mengikuti Pemilihan Jujaro-Mongare tahun lalu. Saat itu, saya menjadi Juri Tamu, dan sudah tertarik dengan profilnya, termasuk kemampuannya berbahasa Rusia,” ungkapnya.

Dukungan pun diberikan oleh Widya, termasuk dengan mengadvokasi anggaran melalui Dinas Pariwisata Provinsi Maluku sebagai leading sector untuk mendukung kegiatan Putri Indonesia asal Maluku. Kedepan, dirinya akan melakukan seleksi di sebelas kabupaten dan kota di Maluku untuk memilih Putri Maluku yang akan mengikuti ajang Putri Indonesia di tahun-tahun mendatang.

"Kedepan kita harus lebih siap lagi, dan saya optimis di tahun-tahun mendatang Maluku bisa mencapai tiga besar," tandasnya.

Sebelumnya, Yocate turut aktif mengedukasi masyarakat Maluku tentang apa itu stunting dan bagaimana mencegahnya lewat sosialisasi di berbagai sekolah, komunitas, puskesmas, dan desa.

Dengan memberikan time-frame, ia akan kembali dengan program yang disebut follow up, untuk mengontrol sejauh mana efisiensi program sosialisasi, berkunjung kembali ke beberapa titik yang memang telah di tetapkan sebagai lokasi fokus sejak awal.

Program berikutnya, ia bersama Ibu Gubernur selaku Duta Parenting Maluku akan lebih menggencarkan program lintas sektor, tidak hanya dari sisi medis akan tetapi didukung oleh sektor-sektor lainnya.

Penulis: Petra Josua
Editor:Redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!