Sekilas Info

BALAP LIAR

Polresta Ambon Kembali Amankan Lima Unit Sepeda Motor Hasil Balap Liar di Jalan Pattimura

Foto: satumalukuID/Ian Toisutta Sepeda Motor diamankan di Markas Polresta Pulau-Ambon dan Pulau-Pulau Lease, Kota Ambon, karena kedapatan melakukan balap liar.

satumalukuID- Lima unit sepeda motor kembali diamankan aparat Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease dari tangan pengendaranya. Mereka kedapatan balap liar di sekitar jalan Pattimura, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Rabu malam (4/3/2020) hingga Kamis dinihari (5/3/2020).

Dari hasil patroli balap liar di jalanan, tim gabungan Polresta Pulau Ambon berhasil mengamankan sebanyak 14 unit sepeda motor. Selain diwajibkan bayar tilang sesuai pelanggaran yang diperbuat, kendaraan tersebut juga ditahan selama sebulan terhitung sejak diamankan.

Kasubbag Humas Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, Iptu Julkisno Kaisupy, mengatakan, hingga saat ini pihaknya telah mengamankan 14 unit sepeda motor. Sebelumnya, aparat berhasil mengamankan 9 buah motor pada Minggu (1/3/2020) lalu.

“Motor itu akan ditahan selama satu bulan. Meski surat-suratnya lengkap dan sudah bayar tilang. Ini untuk menjadi efek jera kepada yang lain dengan harapan tidak terulang lagi,” ungkap Julkisno kepada satumalukuID, Kamis (5/3/2020).

Menurutnya, penindakan tegas terhadap aktivitas balap liar dilakukan karena kegiatan tersebut telah meresahkan masyarakat, khususnya pengguna jalan.

Olehnya itu, juru bicara Polresta Pulau Ambon ini menghimbau masyarakat agar senantiasa mentaati peraturan lalu lintas saat sedang berkendara di jalan raya.

“Jangan mengendarai kendaraan dengan kecepatan tinggi, karena dapat membahayakan keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya,” kata Julkisno.

Masyarakat juga diminta untuk melengkapi kelengkapan kendaraan sesuai dengan ketentuan yang berlaku saat berkendara. Satu diantaranya, dilarang menggunakan knalpot racing atau bising. Ini agar tidak menggangu kenyamanan masyarakat sekitar.

“Kami Polresta Pulau Ambon akan menindak tegas pengendara yang masih berkendara dengan kecepatan tinggi dan tidak mentaati aturan lalu lintas. Semua yang kami lakukan ini untuk menciptakan kenyamanan dan keselamatan masyarakat umum,” tegasnya.

Umumnya, lanjut mantan Kapolsek Teluk Ambon ini, para pengendara motor yang ditilang dan kendaraannya ditahan selama sebulan karena melanggar Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UU-LLAJ). Terdiri dari melanggar pasal 287 ayat (5) tentang batas kecepatan maksimum, pasal 285 tentang tidak memiliki kaca spion, pasal 280 tentang tidak memiliki TNKB, pasal 281 tidak memiliki SIM, dan pasal 288 ayat (1) tentang tidak membawa STNK.

Penulis: Ian Toisutta
Editor: Embong

Baca Juga

error: Content is protected !!