Sekilas Info

PASAR KOMODITAS

Harga Hasil Perkebunan di Maluku seperti Kopra, Cengkih dan Biji Pala Bergerak Turun

Foto: John Soplanit Komoditi cengkih dan biji pala bundar di salah satu gudang transaksi hasil perkebunan di Kota Ambon.

satumalukuID - Harga sejumlah hasil perkebunan utama di Maluku, seperti kopra, cengkih dan biji pala bergerak turun, terlihat dari nilai jual yang ditetapkan oleh pembeli kepada petani.

Pantauan Antara di gudang transaksi hasil perkebunan di jalan Setia Budi, kawasan Rijoly, Kelurahan Batu Gajah, Kota Ambon, Rabu, harga komoditi kopra, cengkih dan biji pala ditetapkan oleh pembeli berkisar Rp5.000 hingga Rp68.000 per kilogram.

Kopra misalnya, rata-rata pembeli menetapkan harga kepada petani hanya Rp5.000 per kilogram, turun dari sebelumnya Rp5.500 per kilogram pada pertengahan Februari 2020.

Harga komoditi tersebut telah mengalami penurunan dalam kurun waktu dua pekan.

Pada awal Januari, kopra masih bisa dijual oleh petani dengan harga Rp6.000 per kilogram, tapi turun menjadi Rp5.500 per kilogram, kemudian turun lagi menjadi Rp5.300 hingga mencapai angka Rp5.000 per kilogram pada awal Maret.

Seorang pembeli komoditi hasil perkebunan, Ny Evi mengatakan dibandingkan komoditi perkebunan lainnya, sejak 2019 nilai jual kopra tidak pernah bertahan lama, terus mengalami perubahan.

"Sejak 2019 harga kopra tidak pernah bertahan lama, terus berfluktuasi. Awal Januari 2020 harga pasaran kopra sempat naik Rp6.000 per kilogram, tapi kemudian turun menjadi Rp5.500 per kilogram," katanya.

Sama halnya dengan kopra, harga komoditi cengkih juga sedikit bergerak turun dari Rp68.000 per kilogram menjadi Rp63.000 per kilogram. Sedangkan harga biji pala bundar turun dari Rp70.000 per kilogram menjadi Rp68.000 per kilogram.

Selain kopra, cengkih dan biji pala, komoditi perkebunan yang terlihat tidak mengalami penurunan hanyalah fuli pala (pembungkus biji pala bundar) dan cokelat.

Fuli pala masih bertahan dengan harga yang cukup tinggi, yakni Rp250.000 per kilogram, sedangkan cokelat Rp28.000 per kilogram.

"Kami selalu memantau perkembangan harga di pasar Surabaya, karena hasil pembelian yang dilakukan di Ambon dijual ke pasar utama sekaligus pelabuhan ekspor di sana," ujar Evi.

Petani asal Kabupaten Seram Bagian Barat, Melkias yang ditemui di depan gudang transaksi usai menjual lima kilogram biji pala bundar, mengungkapkan rasa syukurnya karena harga komoditi tersebut hanya turun sebesar Rp2.000 dari sebelumnya.

"Walau harganya agak turun tapi lumayanlah masih di atas Rp60.000 per kilogram. Harga cengkih juga turun, apalagi kopra selalu mengalami perubahan harga dalam waktu singkat," ujar Melkias.

Penulis: Shariva Alaidrus
Editor:Redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!