Sekilas Info

MUSIK

Anak Maluku Joshua “JFlow” Matulessy Ikut Mengantarkan Lyodra Jadi Juara Indonesian Idol 2020

Courtesy Youtube JFlow (tengah) bersama Lea Simanjuntak dan Lyodra di Grand Final Indonesian Idol 2020, Senin (2/3/2020).

satumalukuID – Ajang Indonesian Idol session 10 tahun 2020 sudah berakhir. Lyodra Ginting, anak muda asal Medan Sumatera Utara, telah dinobatkan menjadi Juara Indonesian Idol 2020.

Kemenangan Loydra semakin menegaskan dominasi anak-anak Medan di ajang Indonesian Idol. Sebelumnya pada Indonesian Idol sesi 9 tahun 2018, anak Medan lainnya, Maria, juga meraih Juara.

Dominasi anak-anak Medan, berbanding terbalik dengan kiprah anak-anak Maluku. Dalam ajang Indonesian Idol terakhir, nyaris tak satupun anak Maluku yang lolos ke babak spekta.

Ironis memang, mengingat tahun-tahun sebelumnya, anak-anak Maluku selalu tampil sebagai finalis. Bahkan Igo Pentury dan Wilson pernah meraih posisi Juara Idol dan Runner Up.

Untungnya sebagai hiburan, pada ajang grand final, ada anak Maluku yang tampil di panggung megah Indonesian Idol, kendati bukan sebagai peserta. Dia adalah rapper papan atas Indonesia Joshua Matulessy atau yang dikenal dengan nama panggung sebagai JFlow.

Pada malam grand final Indonesian Idol, Senin (2/3/2020), JFlow tampil perdana bersama Lyodra dan Lea Simanjuntak. JFlow dan Lea mendampingi Lyodra tampil membawakan medley lagu Biring Manggis (Karo) dan Sik Sik Sibatumanikam (Batak).

Didukung dua artis berpengalaman, Lyodra mampu mengeluarkan seluruh kemampuannya dalam membawakan lagu medley tersebut. Bahkan, sehari setelah berakhirnya ajang Indonesian Idol, penampilan Lyodra bersama JFlow dan Lea Simanjuntak sempat menjadi trending di Youtube. Hingga berita ini dirilis, lagu tersebut sudah diputar lebih dari 2,8 juta kali.

JFlow sendiri, kendati jarang pulang ke tanah asal, dia sudah menegaskan dirinya sebagai orang Maluku. Caranya, dengan merilis merilis singel berjudul Poco-Poco – Best Dance of Our Lives, tahun 2019 lalu. Lagu ini adalah aransemen ulang versi hip-hop atas lagu Poco-Poco yang aslinya diciptakan Arie Sapulette.

"Saya sebagai musisi muda berdarah Maluku, terpanggil untuk mengenalkan ulang budaya Maluku lewat versi baru Poco-poco ini. Lagu Poco-poco, dari zaman saya kecil sampai tahun 2019, tidak pernah absen di hampir setiap acara kumpul-kumpul orang Indonesia di manapun karena lagu ini sudah melegenda. Ini tantangan juga buat saya, membuat orang yang sudah familiar dengan versi lama, untuk jatuh cinta dengan versi saya," ungkap JFlow.

Bersamaan dengan perilisan lagu, JFlow juga merilis video musik resmi. Video ini digarap sutradara Christ Pelamonia dan mengenalkan keindahan alam kepulauan Maluku serta atmosfer kehidupan yang santai.

Dalam video, tampak JFlow berkeliling kampung ke kampung dan pantai ke pantai, mengajak orang-orang untuk ikut berdansa poco-poco. Sementara itu, seorang perempuan (Laura Muljadi), yang mengenakan kain motif tradisional, juga asyik berjoget bersama anak-anak di pinggir pantai.

Pemilik nama lengkap Joshua Matulessy ini bercerita, lagu terbarunya terinspirasi dari kesuksesan lagu Poco-poco sebagai musik untuk tarian modern dan senam aerobik. Untuk aransemen versinya, Joshua menambah lirik dan membuat komposisi musik yang lebih santai.

"Lebih mewakili nuansa alam dan orang Maluku yang memang santai," ujarnya.

Selain dikenal sebagai rapper, JFlow juga dikenal penulis lagu dan produser. Dia bersahabat dengan para musisi papan atas, termasuk Judika Sihotang dan Denada.

Penulis: Petra Josua
Editor:Redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!