Sekilas Info

KETERTIBAN MASYARAKAT

Pengaruh Sopi Jadi Trending Topic di Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease

Foto: Humas Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease Kegiatan sosialisasi miras maupun narkotika dan obat-obat berbahaya (Narkoba) di Negeri Rohomoni, Kecamatan Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah, Jumat (28/2/2020).

satumalukuID- Pengaruh minuman keras (miras) tradisional Maluku jenis sopi, masih menjadi trending topic di "meja" aparat Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease.

Hal ini terungkap saat berlangsungnya sosialisasi miras maupun narkotika dan obat-obat berbahaya (Narkoba) di Negeri Rohomoni, Kecamatan Haruku, Kabupaten Maluku Tengah, Jumat (28/2/2020).

Kasat Binmas Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, AKP Noris Nanuru, mengatakan, banyak laporan kriminal yang masuk, umumnya disebabkan miras.

Minuman berkadar alkohol tinggi itu, kata Nanuru yang didampingi Kapolsek Haruku Iptu Karimudin, jadi pemicu aksi kekerasan hingga berujung bentrok antar kelompok.

"Angka laporan kriminalitas di Polresta Ambon 70 persen disebabkan karena miras jenis Sopi," tegasnya.

Menurutnya, tingginya konsumsi miras juga mengakibatkan semakin meningkatnya kriminalitas di tengah masyarakat.

"Sopi masuk di Negeri Rohomoni karena masyarakat mengkonsumsinya masih tinggi sehingga pasokan dari luar daerah juga lancar," ujar dia.

Selama ini, tambah Nanuru, masyarakat menganggap sopi merupakan minuman kuat dan mampu membangkitkan keberanian, meski berhadapan dengan orang banyak.

Sopi jangan dianggap sebagai minuman pemberani. Sebab, berani tanpa sadar akan justru membuat kehancuran.

Olehnya itu, Nanuru menghimbau masyarakat untuk tidak menjual bahkan mengkonsumsi miras tersebut. Khusus penjual, kini bisa dipidanakan, karena telah memiliki dasar hukum dengan ancaman 1 tahun penjara

Penjual sopi, lanjut dia, diancam dalam Pasal 300 KUHP dan pasal 536 KUHP dengan ancaman hukuman penjara selama-lamanya 1 tahun.

"Jadi yang menjual dan yang menyuruh atau memberikan minuman sampai orang mabuk itu kalau diproses 1 tahun, jika perbuatan itu menyebabkan luka pada pada seseorag maka hukuman 7 tahun sudah menanti," tandasnya.

Sementara itu Kapolsek Pulau Haruku Iptu Karimudin mengajak masyarakat untuk bersama-sama memberantas miras.

"Kita sepakat bagaimana caranya miras yang ada di rumah pribadi, beta minta dukungannya dari bapak dan ibu semuanya kalau ingin aman, mari memberantas miras," pintanya.

Kaimudin juga meminta Kepala Pemerintahan Negeri Rohomoni untuk secepatnya menerbitkan Peraturan Negeri tentang Miras.

"Kami berharap usulan warga untuk secepatnya menerbitkan Perneg tentang Miras untuk mencegah terjadinya tingkat kerawanan kriminalitas di Negeri Rohomoni," harapnya.

Penulis: Ian Toisutta
Editor:Embong

Baca Juga

error: Content is protected !!