Sekilas Info

KASUS NARKOTIKA

Sempat Melarikan Diri, Ini Kronologis Penangkapan Oknum Polres Seram Timur yang Bawa Sabu

Foto: Istimewa Oknum anggota Polres Seram Bagian Timur (SBT), Brigadir Polisi Mario Atihuta, saat diringkus aparat di Bandara Juwata, Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara. Kamis (27/2/2020).

satumalukuID - Oknum anggota Polres Seram Bagian Timur (SBT), Brigpol Mario Atihuta, yang ditangkap saat membawa narkotika jenis sabu seberat 524,5 gram, ternyata sempat kabur dari petugas Avsec di Bandar Udara Juwata, Kota Tarakan, Kalimantan Utara, Kamis (27/2/2020).

Dalam pelariannya itu, anggota Satuan Sabhara Polres SBT ini kemudian berhasil diciduk sekira pukul 11.50 WITA. Kedua kaki dan tangannya kemudian digulung pakai lakban bening. Dia lalu diserahkan kepada pihak Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Kalimantan Utara.

Informasi yang dihimpun satumalukuID menyebutkan, lelaki 34 tahun ini kedapatan membawa narkotika golongan 1 bukan tanaman, saat melintasi mesin Xray SCP II, Bandara Juwata.

Barang mematikan itu dicurigai tersimpan dalam tas merek Eiger milik pelaku. Petugas Avsec atas nama Rusdi S. Tombong, kemudian meminta rekannya, Abdul Qohharal Luthfi mengambil tas tersebut.

Rudi lalu meminta Abdul mengambil dan mengecek bungkusan kacang. Dalam tas itu terdapat dua bungkusan kacang bermerk Dua Kelinci. Sementara bungkusan berisi sabu-sabu berada paling bawah.

“Saat saksi Abdul mengambil bungkusan pertama, saksi Rusdi bilang bukan, namun yang satunya. Kemudian Abdul mengikuti maunya Rusdi,” kata sumber satumalukuID.

Di saat itulah, pemuda kelahiran tahun 1985 ini langsung melarikan diri. Sayangnya pelarian Mario berakhir di lantai 1 bandara tersebut. Dia berhasil diringkus petugas Avsec

"Selanjutnya pelaku dibawa ke gedung keamanan bandara. Lalu pelaku dibawa ke Kantor BNN guna pemeriksaan lebih lanjut,” kata sumber itu.

Mario, tambah sumber yang enggan menggunakan identitasnya ini mengaku, akan terbang menggunakan pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT 0675, menuju Bandara Sultan Hassanudin, Makassar, Sulawessi Selatan.

“Ada 2 bungkus plastik ukuran sedang. Isinya diduga sabu-sabu. 1 tas Eiger warna hitam, 1 ATM BNI, 1 ATM Mandiri, 1 HP Samsung Android warna gold, 1 kantong plastik warna putih, 1 bekas pembungkus kacang merk Garuda, 1 KTP, KTA Polda Maluku, dan uang tunai Rp 3.048.000,” rinci dia.

Barang kimia berbentuk kristal bening kecil ini diduga akan dibawa ke Kota Ambon untuk dijual.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol. M. Roem Ohoirat membenarkan peristiwa itu. Dia mengaku oknum anggota Polri di jajaran Polda Maluku tersebut di tangkap di Tarakan.

"Barang bukti 524,5 gram. Jadi bukan 1 Kg. Yang bersangkutan merupakan anggota Satuan Sabhara Polres SBT," ungkap Ohoirat kepada wartawan.

Menurutnya, Mario awalnya meminta ijin dari atasan untuk berangkat ke Kota Ambon pada 24 Februari 2020. Dia mengaku sedang melakukan urusan keluarga.

"Dia ijin ke Ambon sejak tanggal 24 Februari sampai 29 Februari dalam rangka keperluan keluarga, namun nyatanya tertangkap di Tarakan," terangnya.

Ohoirat menegaskan, persoalan narkotika menjadi perhatian serius pimpinan Polri. Terkait masalah itu, kata dia, tidak ada ampun.

"Selama ini personil Polda yang terlibat dengan barang bukti narkoba nol koma sekian gram saja dipecat," pungkasnya.

Penulis: Ian Toisutta
Editor:Embong

Baca Juga

error: Content is protected !!