Sekilas Info

KASUS NARKOTIKA

Ijin ke Atasan Urusan Keluarga di Ambon, Oknum Anggota Polres SBT Malah Diringkus Bawa Narkotika di Kalimantan

Foto: Istimewa Oknum anggota Polres Seram Bagian Timur (SBT), Brigadir Polisi Mario Atihuta, saat diringkus aparat di Bandara Juwata, Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara. Kamis (27/2/2020).

satumalukuID- Oknum anggota Polres Seram Bagian Timur (SBT), Provinsi Maluku, Mario Atihuta, diringkus aparat di Bandara Juwata, Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara. Personel Satuan Sabhara tersebut diduga diamankan bersama narkotika jenis sabu seberat kurang lebih 1 Kg, pada Kamis siang (27/2/2020).

Dari data yang dihimpun satumalukuID, oknum Polri yang membawa zat adiktif itu berpangkat Brigadir Polisi (Brigpol). Dia ditangkap petugas bandara saat hendak terbang ke Bandara Sultan Hassanudin, Makassar, Sulawessi Selatan, pukul 12.30 waktu setempat.

Saat diamankan, kedua tangan Mario diikat menggunakan lakban berwarna putih bening. Tangannya dilakban di posisi bagian depan, setelah berhasil dijatuhkan petugas di bandara ini.

"Ditemukan KTP dan KTA. Dia membawa narkotika yang diduga sabu-sabu seberat kurang lebih 1 Kg," sebut sumber satumalukuID.

Diduga, barang haram itu akan dibawa ke Kota Ambon. Aparat setempat kini sedang menyelidiki asal muasal barang yang dimiliki Mario tersebut.

"Rencananya pelaku akan terbang ke Makassar menggunakan pesawat Lion Air," tutur sumber satumalukuID.

Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Maluku Kombes Pol. M. Roem Ohoirat membenarkan peristiwa itu. Dia mengaku oknum anggota Polri di jajaran Polda Maluku tersebut ditangkap di Kota Tarakan.

"Barang bukti 524,5 gram. Jadi bukan 1 Kg. Yang bersangkutan merupakan anggota Satuan Sabhara Polres SBT," ungkap Ohoirat kepada wartawan.

Menurutnya, Mario awalnya meminta ijin dari atasan untuk berangkat ke Kota Ambon pada 24 Februari 2020. Dia mengaku sedang ada urusan keluarga.

"Dia ijin ke Ambon sejak tanggal 24 Februari sampai 29 Februari, dalam rangka keperluan keluarga. Namun nyatanya tertangkap di Tarakan," ujar Ohoirat.

Dia menegaskan, persoalan narkotika menjadi perhatian serius pimpinan Polri. Terkait masalah itu, kata dia, tidak ada ampun.

"Selama ini personil Polda yang terlibat dengan barang bukti narkoba nol koma sekian gram saja langsung dipecat," tandasnya.

Penulis: Ian Toisutta
Editor:Embong

Baca Juga

error: Content is protected !!