Sekilas Info

ANGKA PENGANGGURAN

Gubernur Murad sebut Angka Pengangguran di Maluku Berkurang dari 54.891 Menjadi 54.575 Orang

Foto: Istimewa Gubernur Maluku Murad Ismail

satumalukuID - Gubernur Maluku Murad Ismail menyebutkan, bahwa pengangguran masih menjadi permasalahan serius di setiap daerah, untuk dituntaskan pemerintah, termasuk di Maluku.

Pernyataan tersebut disampaikan Gubernur Murad dalam sambutan tertulisnya, yang dibacakan Sekretaris Daerah (Sekda) Kasrul Selang, saat membuka Rapat Forum Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Bidang Ketenagakerjaan dan Ketransmigrasian Provinsi Maluku, di Ambon, Kamis (27/2/2020).

Mengutip data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Maluku, Murad menyampaikan, per Agustus 2019, jumlah pengangguran di Maluku sebanyak 54.575 orang. Meski begitu, kata dia, jumlah pengangguran di tahun 2019 ini angkanya telah berkurang, ketimbang angka pengangguran di tahun 2018.

"Di tahun 2018, orang Maluku yang menganggur sebanyak 54.891. Jika dibandingkan dengan angka di tahun 2019, berarti ada sebanyak 316 orang yang telah mendapatkan pekerjaan," ujarnya.

Menurut Murad, hal ini mempengaruhi penurunan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) dari 7,27 persen pada Agustus 2018 menjadi 7,08 persen di Agustus 2019. "Kita tahu, bila kemiskinan merupakan akumulasi dari kurangnya kesempatan kerja. Olehnya itu, peran Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nakertrans) sangat penting, dalam mendata lapangan kerja melalui Bursa Kerja atau Karir," terangnya.

Murad memastikan, penanggulangan pengangguran dan kemiskinanan tetap menjadi prioritas pembangunan daerah Maluku pada tahun 2021. Alasan ini disebutnya, yang menjadikan peran Bidang Ketenagakerjaan dan Ketransmigrasian dalam peningkatan kualitas dan produktivitas tenaga kerja, terus dilakukan.

Lebih lanjut dia katakan, perkembangan kondisi ketenagakerjaan di Indonesia, TPT cenderung alami penurunan, namun masih di atas rata-rata skala nasional. Menyikapi hak ini, tambah dia, perlu ada upaya sikap dengan berbagai kebijakan yang tepat sasaran dan terarah.

"Hal ini, untuk menghadapi operasional Blok Masela serta tingginya kompetisi dalam era globalisasi," pungkasnya.

Penulis: Tiara Salampessy
Editor:Embong

Baca Juga

error: Content is protected !!