Sekilas Info

KERACUNAN MAKANAN

Siswa SMP Negeri 15 Ambon Muntah-muntah Usai Santap Makanan dan Minuman Jajanan Sekolah

satumalukuID- Kurang lebih lima (5) orang siswa SMP Negeri 15 Ambon terpaksa dilarikan ke ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) Puskesmas Desa Rumah Tiga, Kecamatan Teluk Ambon, Kota Ambon, Selasa (25/2/2020).

Mereka dilarikan ke Puskesmas untuk mendapatkan perawatan medis setelah ditemukan muntah-muntah. Perut para siswa itu terasa mual diduga akibat keracunan makanan dan minuman jajan yang dijual di halaman sekolah.

Berdasarkan informasi yang dihimpun satumalukuID di Puskesmas Rumah Tiga, peristiwa itu terjadi setelah para korban menyantap nasi goreng dan minuman dingin berwarna hijau. Jajanan sekolah ini diduga dijual Ibu Nona.

Setelah menyantap makanan dan minuman tersebut, perut para korban terasa mual. Mereka kemudian mengalami muntah-muntah hingga tubuh menjadi lemas.

Hingga pukul 15.30 WIT, tiga dari lima korban yang ditangani perawat Puskesmas, masih menjalani perawatan medis. Sedangkan dua lainnya sudah diperbolehkan pulang.

Tiga siswa yang masih dirawat tersebut yaitu RT, FM dan siswi ML. Mereka diketahui duduk di bangku kelas VII SMP Negeri 15 Ambon.

"Katong makan nasi goreng dan minum sirup yang dijual tante Nona. Beberapa saat kemudian, perut rasa taputar (mual) lalu muntah," kata RT di Puskesmas.

RT mengalami muntah-muntah. Oleh temannya peristiwa ini kemudian dilaporkan kepada para guru. RT dan beberapa temannya yang lain kemudian dilarikan ke Puskesmas.

"Kami sering makan dan minum jualan tante Nona. Tapi baru kali ini merasakan mual dan muntah," kata dia.

Sementara itu, salah satu guru kelas SMP Negeri 15 Ambon, mengakui mendapat informasi tersebut dari para murid.

"Sekira pukul 13.00 WIT kami antar mereka ke puskesmas. Kami pilih Puskesmas Rumah Tiga karena jarak cukup dekat, ketimbang harus ke Puskesmas Hative Besar," ujarnya.

Pantauan satumalukuID, kondisi ke tiga korban yang masih berada di Puskesmas tersebut mulai membaik.

"Rafison sudah pulang. Sementara Franklin dan Miranda masih mendapatkan perawatan. Kondisi mereka juga sudah agak membaik," ujarnya.

Kapolsek Teluk Ambon, Ipda Hariyazie, mengaku akan menemui pedagang makanan dan minuman. Dia menduga korban mengalami keracunan makanan pada minuman dingin.

"Kita akan menemui penjual. Karena tadi kita ke sekolah tapi sudah pulang. Mereka diduga mengkonsumsi minuman sirup. Saya tidak tahu jenis minumannya apa, tetapi warnanya  hijau," kata Hariyazie di Puskesmas Rumah Tiga.

Setelah ini, lanjut Hariyazie, pihaknya juga akan melakukan uji lab. Sampel muntahan dari korban telah diambil. Ini dilakukan agar dapat mengetahui apakah benar mereka keracunan atau tidak.

"Kita akan ambil sampel bekas muntahan korban. Nanti kita cek ke laboratorium apakah minuman mengandung racun atau tidak," terangnya.

Untuk diketahui, SMP Negeri 15 Ambon berada di Desa Hative Besar. Para korban dilarikan ke Puskesmas Rumah Tiga karena jaraknya cukup dekat dibanding Puskesmas Hative Besar.

Foto: Perawat dan para Guru Sekolah tampak sedang menangani salah satu korban diduga keracunan makanan dan minuman. (Ian Toisuta)

Penulis: Ian Toisutta
Editor:Embong
Photographer:Ian Toisutta

Baca Juga

error: Content is protected !!