Sekilas Info

KASUS PENCABULAN

Saat Dicabuli Ayah Tiri, Bocah 8 Tahun di Ambon Diancam Dipukuli Jika Beritahu Sang Ibu

Ilustrasi kekerasan pada perempuan dan anak

satumalukuID- Nasib tragis menimpa FD. Bocah 8 tahun yang bermukim pada salah satu kawasan di Kecamatan Sirimau, Kota Ambon ini dicabuli ayah tirinya sendiri berinisial SL. Laki-laki bejat itu kini telah mendekam di penjara.

Informasi yang dihimpun satumalukuID, menyebutkan, perbuatan tak senonoh itu terjadi di awal Februari 2020. Korban kala itu bermain di pekarangan kamar kos-kosannya.

Sekitar pukul 16.00 WIT, korban disuruh masuk oleh ayah tirinya. Saat itu ibu korban tidak berada di dalam kamar. Korban kemudian dicabuli setelah celananya dilucuti sebatas lututnya.

"Saat dicabuli korban menangis. Namun pelaku memarahi korban. Pelaku bilang tidak boleh manangis dan tidak boleh coba-coba bilang ke ibu korban, kalau tidak mau dipukuli," kata sumber kepada satumalukuID, Selasa (25/2/2020).

Karena diancam, korban takut dan diam. Pelaku sendiri kemudian menghentikan aksi kekerasan seksual kepada anak di bawah umur tersebut.

"Setelah itu pelaku menyuruh korban keluar dari dalam kamar," ungkapnya.

Kasubbag Humas Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease Iptu Julkisno Kaisupy membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, kasus ini dilaporkan pada 10 Februari 2020 sekira pukul 15.39 WIT.

"Kasus itu terungkap setelah korban menceritakan kejadiannya kepada ibunya," ungkap Kaisupy.

Mendapat laporan itu, tim bergerak dan mengamankan pelaku. Setelah diusut, pelaku kemudian ditetapkan sebagai tersangka.

"Sudah kami tahan. Tersangka dijerat dengan Pasal 82 Ayat (2) UU RI nomor 17 tahun 2016 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman kukuman 20 tahun penjara," ujarnya.

Saat ini, lanjut Kaisupy, penyidik unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA), Satreskrim Polresta Pulau Ambon sedang melengkapi berkas perkaranya untuk dilimpahkan kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Ambon.

"Saat ini penyidik sedang melakukan pemberkasan," tandasnya.

Penulis: Ian Toisutta
Editor:Embong

Baca Juga

error: Content is protected !!