Sekilas Info

DUGAAN KORUPSI SPPD FIKTIF

BPK Belum Mau Beri Keterangan Hasil Audit Kasus Dugaan Korupsi SPPD Fiktif Pemkot Ambon

Foto: satumalukuID/Ian Toisutta Kasubbag Humas Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, Iptu Julkisno Kaisupy.

satumalukuID- Kasus dugaan korupsi anggaran SPPD fiktif di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon, kembali terkendala. Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI belum mengabulkan permintaan penyidik untuk diperiksa sebagai saksi ahli.

Penyidik Tindak Pidana Tertentu Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, berkeinginan memeriksa saksi ahli BPK yang mengeluarkan hasil audit kerugian negara terkait kasus yang terjadi di tahun 2011 silam.

"Saksi ahli dari BPK belum diperiksa," kata Kasubbag Humas Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, Iptu Julkisno Kaisupy kepada satumalukuID, Selasa (25/2/2020).

Menurutnya, hasil audit kerugian negara telah dikantongi penyidik. Namun berapa nilai kerugian itu belum dapat disampaikan setelah memeriksa BPK sebagai saksi ahli.

"Surat permintaan pemeriksaan sudah dikirim. Tapi belum ada Nanti setelah pemeriksaan saksi ahli baru, kami gelar perkara untuk penanganan selanjutnya," tandasnya.

Untuk diketahui, perkara SPPD fiktif, tak hanya terjadi di Pemkot Ambon, tapi juga di DPRD Kota Ambon. Untuk Pemkot Ambon sendiri sudah masuk tahap penyidikan. Selain itu, hasil audit BPK terkait Pemkot Ambon telah diterima.

Sementara untuk kasus anggaran SPPD fiktif di DPRD Kota Ambon hingga kini masih dalam tahap penyelidikan. Sejumlah anggota dewan sudah diperiksa.

Dua kasus serupa yang terjadi tahun 2011 silam ini terkuak dari temuan BPK. Pemkot Ambon menghabiskan anggaran kurang lebih Rp4 miliar dan Rp2 miliar untuk DPRD Ambon.

Uang miliaran rupiah yang dikeluarkan untuk perjalanan dinas dua lembaga eksekutif dan legislatif ini, habis terpakai dalam laporan pertanggungjawabannya.

Dari hasil penyelidikan tim penyidik, ditemukan adanya 114 tiket yang diduga fiktif, dengan nilai anggaran sebesar Rp600 juta lebih untuk Pemkot Ambon.

Hal yang sama juga ditemukan di DPRD Ambon. Tim menemukan 100 tiket pesawat fiktif. Jumlahnya Rp742 juta lebih.

Penulis: Ian Toisutta
Editor:redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!