Sekilas Info

KASUS LINGKUNGAN

Nanaku Maluku Nilai Mestinya CV. SBM yang Diproses Hukum bukan Masyarakat Sabuai di Seram Timur

Istimewa Ketua Lembaga Nanaku Maluku, Usman Bugis.

satumalukuID - Menyikapi kasus kerusakan lingkungan yang terjadi di Desa Sabuai, Kecamatan Siwalalat, Kabupaten Seram Bagian Timur, yang menyeret 26 warga ke Polsek Werinama beberapa hari lalu, dalam pemberitaan yang disebut Kapolsek Werinama sebagai kejadian murni kasus hukum, ditanggapi Ketua Lembaga Nanaku Maluku Usman Bugis.

Melalui press releasenya kepada satumalukuID, Senin (24/02/20) malam, Usman yang juga Ketua LSM Gerakan Save Sabuai ini menjelaskan, kejadian Sabuai itu jika dilihat dari runtutan masalahnya, tidak bisa dibilang murni kasus hukum. Menurut Usman, ini terjadi karena faktor sebab akibat.

"Masalahnya ketika mulai ada perlawanan dari masyarakat, karena sudah ada perlawanan yang meraka lakukan, tapi tidak diindahkan sehingga muncul luapan emosi," ungkapnya.

Dalam bahasa konservasi, kata dia, masyarakat tidak bisa disalahkan secara hukum, karena mereka melindungi tatanan adat dan budaya mereka.

"Kalau ditarik dalam ranah hukum juga maka putusan MK 35, tentang masyarakat hukum adat juga, ya mereka punya hak untuk melindungi hak ulayat mereka. Kenapa masyarakat yang harus disalahkan, sementara perusahaan yang merampas hak mereka tidak ditindak," tandas Usman.

Lebih lanjut dia mengungkapkan, bahwa jika bicara tentang ranah hukum, maka UU 32 tahun 2009, juga jelas bahwa karena ini soal upaya pelestarian dan pengelolaan lingkungan hidup yang dilakukan oleh masyarakat setempat.

Dalam bahasa undang-undang itu, menurut dia, masyarakat atau siapa pun yang mencegah upaya-upaya kejahatan lingkungan maka tidak bisa dipidanakan. "Saya pikir ini juga harus dilihat oleh pihak hukum terutama kepolisian," imbau Usman.

Dirinya juga meminta agar perusahaan bertanggung jawab dari sisi kerusakan lingkungan. Karena itu, dalam waktu dekat Lembaga Nanaku Maluku akan mengupayakan pidana lingkungan terhadap siapa saja yang terlibat dalam kejahatan lingkungan di daerah tersebut.

Penulis: Tiara Salampessy
Editor:redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!