Sekilas Info

KISAH INSPIRATIF

Smart City Ala Victor Adrian Rehy, Anak Pendeta GPM yang Belajar Teknologi Informasi di UKSW Salatiga

Foto: www.sinodegpm.org Victor Andrian Rehy di arena kompetisi Asindo surabaya 2020

satumalukuID – Hidup merantau demi masa depan yang lebih baik tengah dilakoni Victor Andrian Rehy yak akrab disapa Ryan.

Saat ini Victor sedang menimba ilmu sebagai mahasiswa Fakultas Teknologi Informasi Jurusan Informasi Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga.

Ayahnya Handry Rehy adalah seorang pendeta Gereja Protestan Maluku (GPM). Begitu ibunya yang juga seorang pendeta Dian Mailuhu. Keduanya bertugas di Klasis GPM Telutih

Tinggal jauh dari orang tua, memotivasi dirinya untuk lebih giat belajar. Dan, perlahan tapi pasti, keseriusannya mulai membuahkan hasil.

Dikutip dari www.sinodegpm.org, anak laki-laki yang bertumbuh dalam lingkungan keluarga Pendeta GPM ini, bulan Januari lalu, baru saja mengikuti Kompetisi Nasional Tugas Akhir Mahasiswa Sistem Informasi (KOTASI 2020) dengan Tema “Sistem Informasi: Teknologi Informasi, Organisasi, dan Manusia”.

Acara tersebut dilaksanakan Asosiasi Sistem Informasi Chapter Indonesia (AISINDO) dan dipamerkan dalam acara CIO Forum & AISINDO Annual Meeting 2020 di Surabaya 29 – 30 Januari 2020.

Ryan memang tidak menjadi juara. Tetapi, karya Ilmiahnya yang terkait Smart City mengantarkan dia masuk dalam 15 besar dari 48 naskah Kompetisi Nasional Tugas Akhir Mahasiswa Bidang Sistem Informasi (KOTASI) tahun 2020.

Yang menarik, peserta lainnya yang ikut dalam event ini rata-rata merupakan mahasiswa tingkat akhir di perguruan tinggi masing-masing. Hanya Ryan saja yang saat mengikuti lomba baru dua tahun menempuh kuliah.

Ryan bersama dosen yang membimbingnya Fritz Wijaya, M.Cs  yang adalah Kaprodi Sistem Informasi FTI UKSW menggarap penelitian dengan judul: “Pemetaan Jalur Angkutan Umum Kota Salatiga Berbasis Web GIS”. Penelitian ini terkait dengan program smart city.

Dalam usia yang relatif muda dan masih punya banyak kesempatan menimba ilmu, Ryan tentunya merupakan aset bagi Maluku. Terlebih untuk pengembangan teknologi smart city di masa mendatang.

Semoga dia terus bisa mengasah kemampuan intelektualnya, dan suatu saat membuat bangga, tidak hanya orang tua tapi seluruh masyarakat Maluku. (*)

Penulis: Petra Josua
Editor:Redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!