Sekilas Info

PENDIDIKAN SEKS

Sikapi Kasus Pencabulan di Maluku, Yayasan Gazira: Saatnya Ada Pendidikan Seks di Sekolah

satumalukuID - Menyikapi beberapa kasus pencabulan terhadap siswi SMA di Maluku belakangan ini, Direktur Yayasan Gazira Maluku, Lies Marantika menilai hal yang paling mendasar terkait ini, yaitu soal edukasi seksualitas atau sex education (pendidikan seks).

Kepada satumalukuID, Kamis (20/2/2020), mantan Komisioner Komnas Perempuan ini katakan, pendidikan seks penting, supaya anak-anak punya pemahaman yang baik soal seksualitas dengan seluruh dampaknya, termasuk fungsinya untuk apa.

"Bahwa bukan secara biologis saja, mereka juga harus tahu ada nilai etisnya. Kalau dari perspektif agama misalnya itu ekspresi dari cinta kasih. Untuk membedakan kita dari makhluk hidup lain, binatang misalnya. Jadi manusia itu punya tata nilai yaitu, nilai etika dan nilai sosial. Itu harus dibangun berdasarkan kesadaran, pemahaman yang benar," tuturnya.

Pimpinan lembaga yang konsern dengan isu perempuan dan anak-anak ini mengatakan, sudah bukan jamannya lagi, kita bilang pendidikan seks itu tabu.

Sebab saat ini, kata Lies, dunia semakin terbuka, karena akses terhadap media mainstream maupun sosial media di jaringan internet, sudah semakin terbuka. Orang bebas mengakses informasi kapan saja dan di mana saja.

"Tidak bisa alasan bahwa itu tabu. Banyak aspek yang mendorong kita untuk bisa mulai bicara seksualitas. Di sekolah ruang bicara itu banyak sekali. Ada pelajaran biologi yang bicara kesehatan reproduksi. Lalu ada bimbingan konseling. Termasuk pelajaran agama " ujarnya.

Lebih lanjut Lies katakan, agama sudah tidak bisa lagi melarang tanpa ada penjelasan. Secara agama, perspektif seks dikaitkan dengan cinta kasih dan pembentukan keluarga. Ada nilai etisnya, ada waktu yang tepat.

Lies menyebutkan, bayangkan kalau anak-anak remaja melakukan relasi seks, tanpa sadar dia merusak kesehatan reproduksinya. Nah kalau tiba-tiba hamil dan jadi orang tua di usia muda, lebih buruk lagi. Apalagi dalam kasus mereka yang tidak paham, lalu melakukan pencabulan.

"Belum bisa memanage hidupnya dan kesehatan reproduksinya, belum siap membina keluarga. Jadi pendidikan seks ini, menjadi usulan kepada dunia pendidikan. Sebab ketika anak-anak kita tidak punya pengetahuan atau pendidikan seks, maka bisa menjadi ancaman," bebernya.

Lies mengingatkan, dunia sudah sangat berkembang. Sementara cara-cara memahami persoalan-persoalan hidup tidak berkembang.

"Kesehatan reproduksi itu sekarang mestinya mulai dibicarakan di rumah. Sebab media sosial sudah sangat pesat berkembang. Lalu kenyataannya banyak orang tua yang gagal menjelaskan fenomena yang ada. Anak-anak akhirnya terjerumus dalam perbuatan yang merugikan masa depan mereka," pungkasnya.

Penulis: Tiara Salampessy
Editor:Embong

Baca Juga

error: Content is protected !!