Sekilas Info

KASUS BNI AMBON

Penyidik Incar Tersangka Baru Kasus Pembobolan Dana BNI Ambon

satumalukuID- Kasus pembobolan dana nasabah BNI Ambon masih terus didalami penyidik Ditreskrimsus Polda Maluku. Bahkan, penyidik diduga masih terus mengincar tersangka baru lainnya.

"Kemungkinan tambahan tersangka baru, ada," kata Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol. M. Roem Ohoirat saat ditemui satumalukuID di ruang kerjanya, Selasa (18/2/2020).

Menurutnya, penyidik tidak akan tebang pilih dalam menumpas tuntas kasus yang telah merugikan bank milik negara tersebut. Siapa pun yang ikut terlibat akan diminta pertanggungjawabannya.

"Yah kalau ada yang memenuhi unsur, tentu kita jerat. Serahkan kepada penyidik. Mereka lebih tahu sesuai prosedur penyidikan," tandasnya.

Untuk diketahui, kasus yang diduga merugikan bank pelat merah itu sebesar ratusan miliar rupiah ini telah menjaring tujuh orang tersangka.

Enam yang ditetapkan awal sudah diserahkan kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU), Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku, pada Jumat (14/2/2020) lalu.

Mereka adalah Farradhiba Jusuf alias Fara, mantan wakil pimpinan BNI Cabang Ambon, dan anak angkatnya Soraya Pellu. Kemudian Kepala Kantor Cabang Pembantu (KCP) BNI Mardika Andi Rizal alias Callu, Kepala KCP BNI Tual Chris Rumalewang, Kepala KCP BNI Aru Josep Maitimu, dan Kepala KCP BNI Masohi, Martije Muskita.

"Untuk satu tersangka yang ditetapkan terakhir yaitu Tata Ibrahim masih terus dikembangkan," tambah Ohoirat.

Penulis: Ian Toisutta
Editor:Embong

Baca Juga

error: Content is protected !!