Sekilas Info

KASUS PENCABULAN

KOHATI Ambon Kecam Tindakan Pencabulan dan Perekaman Video Perbuatan Asusila Terhadap Siswi di Pulau Buru

satumalukuID - Tindakan pencabulan terhadap perempuan kembali terjadi di salah satu Sekolah Menengah Atas. Kali ini di Kota Namlea, Kabupaten Buru pada tanggal 7 Februari 2020 lalu.

Kepada satumalukuID, Selasa (18/2/2020), Korps Himpunan Mahasiswa Islam - Wati (KOHATI) Cabang Ambon menyebutkan, sangat mengecam tindakan pencabulan terhadap salah satu siswi yang ada di salah satu SMA di Namlea Kabupaten Buru.

Ketua Umum KOHATI Cabang Ambon, Mega Lina mengatakan bahwa tindakan pencabulan yang terjadi di Namlea oleh dua orang siswa kepada salah satu siswi di SMA itu sangat memprihatinkan.

Menurut Mega, kejadian yang berlangsung di salah satu kos-kostan kemudian diabadikan oleh dua orang teman korban itu, sangat amoral dan ini tidak bisa dibiarkan begitu saja. Harus ditindak tegas oleh aparat penegak hukum yang ada di wilayah itu.

"Kita sejak dilantik sudah sangat prihatin dengan kondisi seperti ini. Makanya tindakan merendahkan harkat perempuan ini perlu kita lawan bersama, agar martabat perempuan tidak seenaknya diinjak-injak," tutur Mega.

Kohati Cabang Ambon ditegaskan Mega, mengecam tindakan tidak manusiawi itu. "Dan kami butuh perhatian khusus serta penanganan serius secara eksplisit dari pihak berwajib biar ada efek jera," tandasnya.

Sebagaimana diberitakan satumalukuID sebelumnya, siswi SMA di Namlea, Kabupaten Buru, berinsial NB (16), harus menahan malu. Pasalnya, video saat dia dicabuli dua pemuda, teman sekolahnya beredar luas. Video itu bahkan direkam teman wanita sang korban.

Aksi tak senonoh itu terjadi setelah NB mabuk berat usai dipaksa meneguk minuman keras jenis sopi, di salah satu kos-kosan, kawasan Telaga Lontor, Desa Namlea, Kecamatan Namlea, Jumat (7/2/2020) pukul 17.00 WIT.

Kini, dua lelaki, pelaku perkosaan terhadap anak di bawah umur ini, yakni DF dan AW bersama IL, teman wanita korban yang merekam video, telah mendekam di rumah tahanan Polres Pulau Buru. Para pelaku ini adalah teman sebaya korban sendiri.

"Kasus ini baru diketahui oleh korban setelah video rekaman adegan itu beredar luas. Korban yang tidak terima kemudian melaporkan kepada polisi," kata sumber kepada satumalukuID, Senin (17/2/2020).

Penulis: Tiara Salampessy
Editor:Embong

Baca Juga

error: Content is protected !!