Sekilas Info

MUSIK

Memikat dengan Single Gandong, Ghetto Side feat Erol JP Band Panggel Pulang Basudara ke Event Visit Ambon 2020

satumalukuID - Tahun ini, setiap bulannya Pemerintah Kota Ambon menggelar festival akbar yang diberi tajuk Visit Ambon 2020. Selain menyuguhkan ritual dan prosesi budaya, kota yang oleh United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO), atau Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa sebagai Ambon UNESCO City of Music ini, juga menghelat sekian banyak pergelaran musik.

Memeriahkan Visit Ambon 2020 ini, sejumlah musisi muda Ambon tidak ingin ketinggalan lewat kiprah mereka. Salah satunya komunitas Hip Hop, Ghetto Side.

Komunitas yang terdiri dari tiga (3) grup musik yaitu Alifuru Hip Hop, Tickang Palungku, dan Sangsaka ini mengajak Basudara Gandong datang ke event-event yang ada di Visit Ambon 2020.

Gabungan dari beberapa pelaku Hip Hop yang sudah berkiprah sejak tahun 2009 ini, cukup berpengaruh di kalangan anak muda Maluku. Jadi begitu single "Gandong" ini dirilis pada channel youtube Sang Saka, di hari Minggu (16/2/2020) pukul 14.00 WIT, saat ditengok satumalukuID hari Senin (17/2/2020) pukul 10.00 WIT atau 22 jam setelah muncul, sudah dinikmati 3.591 orang.

Pada single tersebut, mereka yang performed yakni Grizzly Nahusuly, Daril Hukom, Kevin Pelupessy, Randie Simaela, Novembry Muskitta dan Marco Saiya, dengan menggandeng Erol Tomasoa (JP Band) pada saxophone. Sementara musiknya dikerjakan oleh Kenzatrona serta Bryan Tjahyadi sebagai video director. Sedangkan sample suara yang digunakan pada single ini kepunyaan FOCO Band asal negeri Belanda.

"Ide single ini muncul dari Ghetto Side sendiri pada pertengahan tahun 2019, saat mendengar kabar bahwa pada Tahun 2020 akan ada Rangkaian Festival Akbar Visit Ambon 2020," ungkap Grizzly, kepada satumalukuID, usai merilis lagu apik ini.

Single ini, disebutnya, dibikin untuk menguatkan spirit "Panggel Pulang" untuk Basudara (Gandong) di mana pun berada. "Katong terdorong saat mengingat salah satu lirik pada lagu yang bertajuk Gandong yaitu 'Sio Gandong e mari beta gendong ale jua'. Ini yang menginsipirasi katong. Dan tentunya katong kemas dengan cara katong, yakni Hip Hop," terang Grizzly.

Menurut dia, Ghetto Side berharap, single ini bisa menjadi spirit "panggel pulang" basudara yang ada di tanah rantau, entah itu di nusantara maupun mancanegara, ke Visit Ambon 2020.

"Basudara gandong di mana pun berada bisa Pulang Mangente Ambon. Mari pulang jua gandong," ajaknya.

Ditanya terkait kesulitan penggarapan single ini, Grizzly mengaku, mungkin hanya pada beberapa materi video clipnya. Karena pada penguatan spirit dalam lagu ini, lanjut dia, tentunya mereka perlu gambaran real bagaimana kehidupan kita sebagai orang Maluku dalam hidop orang basudara, pela deng gandong.

"Contohnya adalah footages saat pagelaran Event Amboina International Bamboo Music Festival pada November 2019, yang harus katong cari pada beberapa teman videografer, yang sempat mengabadikan event tersebut," bebernya.

Sedangkan penyatuan persepsi di antara mereka, bagi Grizzly tidak terlalu sulit, karena mereka adalah komunitas yang belum lama terbentuk. Meski untuk personil sendiri, mereka sudah saling kenal jauh sebelum adanya komunitas ini.

"Jadi dalam berproses katong tidak terlalu sulit untuk menyatukan visi pada kata 'gandong" ini," imbuhnya.

Ghetto Side sendiri, disebut Grizzly, terbentuk karena pertemuan antara ketiga grup musik hip hop, yang intens pada saat menggelar salah satu event, yakni Pergerakan Musik Reguler di Ambon bertajuk "BAKAR".

"Desember 2017, awal Ghetto Side Terbentuk. Kebudayaan dan isu sosial di Maluku menjadi sorotan dalam setiap karya dari kami," tutup Grizzly.

Baca Juga

error: Content is protected !!