Sekilas Info

KASUS BNI AMBON

Tangan Diborgol, Enam Tersangka Kasus Pembobolan BNI Ambon Dilimpahkan ke Kejaksaan Tinggi Maluku

Foto: Daniel Leonard Seorang anggota penyidik Ditreskrimsus Polda Maluku nampak sementara melepaskan borgol salah satu tersangka berinisial FY alias Faradiba saat tiba di Kantor Kejati Maluku, Jumat (14/2/2020).

satumalukuID - Enam tersangka kasus pembobolan nasabah BNI Ambon dilimpahkan penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Maluku kepada penyidik Kejaksaan Tinggi Maluku.

Keenam tersangka yang diserahkan antara lain, FY alias Faradiba selaku wakil kepala cabang utama BNI Ambon, YM alias Yosep yang merupakan Kepala Cabang Pembantu (KCP) Dobo, Kabupaten Kepulauan Aru, CR alias Chris KCP Tual, dan MM alias Marice KCP Masohi, Kabupaten Maluku Tengah.

Kemudian KCP Mardika berinisial C alias Celo dan KCP Dobo, Kabupaten Kepulauan Aru berinisial JM, sedangkan satu orang luar yang menjadi tersangka adalah SP alias Soraya

"Sebelum diserahkan ke Kejati Maluku, seluruh tersangka digiring ke Rumah Sakit Bhayangkara Tantui guna memastikan mereka dalam kondisi sehat jasmani dan rohani," kata Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol M. Roem Ohoirat di Ambon, Jumat (14/2/2020).

Setelah tiba di Kantor Kejati Maluku, para tersangka dibawa ke ruang jaksa penuntut umum guna menjalani pemeriksaan administrasi.

"Berkas perkaranya dinyatakan sudah lengkap (P-21) sehingga hari ini dilakukan penyerahan tahap II beserta seluruh tersangka dan barang bukti kepada jaksa," jelas Kabid Humas.

Ada pun barang bukti yang diserahkan berupa uang tunai senilai Rp2,693 miliar, delapan unit mobil, serta surat tanah dan sejumlah surat rumah yang merupakan aset tersangka Faradiba.

Usai penyerahan dari polisi, Jaksa kemudian menindaklanjuti dengan penahanan untuk proses pengadilan. Keenam tersangka, saat ini telah dijebloskan ke Rutan Kelas IIA di Waiheru. Hal itu dibenarkan Kasie Penkum dan Humas Kejati Maluku, Sammy Sapulette.

Penulis: Daniel Leonard
Editor:Redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!