Sekilas Info

KESEHATAN

Warga Saumlaki yang Diduga Terkena Virus Corona Kuliah di Bali, Baru Pulang dari Malaysia dan Singapura

Ist Tim kesehatan di Saumlaku, Kepulauan Tanimbar, saat mengunjungi mahasiswa yang diduga terjangkit virus corona.

satumalukuID - Salah satu warga desa Sifnana, kota Saumlaki, kabupaten Kepulauan Tanimbar, Provinsi Maluku, berinisial BN berusia 19 tahun yang diduga terkena virus corona adalah berstatus mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di Bali.

"Hasil pengecekan di lapangan yang langsung menemui  bersangkutan di rumahnya di desa Sifnana, BN mengaku kulaih di Bali. Dia bersama rekan-rekan mahasiswanya, baru saja kembali dari studi banding di Malaysia dan Singapura. Kemudian pulang kampung ke Sifnana," ungkap Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol Mohamad Roem kepada media ini via Whatsapp, Kamis (13/2).

Lebih lanjut dijelaskan, setelah kembali dari studi banding di kedua negara tersebut dan pulang kampung, BN merasa kondisi kesehatannya terganggu dengan gejala sesak nafas dan demam.

Terkait dengan terindikasi gejala tersebut, menurut Roem, telah dilakukan kordinasi bertempat di RSU P.P. Magretty  dengan pihak para medis  RS dan Kadis Kesehatan Pemkab Kepulauan Tanimbar Dr. E. Tomasoa atas adanya  informasi terindikasi salah satu warga yang terkena virua corona di desa Sifnana.

Dari laporan yang diterima pihaknya, Kabid Humas Polda Maluku ini mengatakan, Kadis Kesehatan Tanimbar menjelaskan bahwa secara aturan tim medis menjalankan tugasnya sehingga melakukan langkah-langkah sesuai prosedur.

Diantaranya, melakukan pemeriksaan medis dengan cara mengambil lendir pasien. Kemudian pasien sementara waktu dilakukan karantina selama 14 hari kedepan di ruangan RSU P.P. Magretty Saumlaki.

Diungkapkan, pihak medis di Saumlaki akan mengirmkan hasil pemeriksaan tersebut ke laboratorium kesehatan di Surabaya.
Apabila sebelum 14 hari hasil spesimen/sampel yang dikirim itu dinyatakan negatif maka yang bersangkutan dikeluarkan dari karantina.

Sebelumnya, BN yang terindikasi terkena virus corona itu, sudah diperiksa dan ditangani  Dr. Novita Tilukai yakni pemeriksaan secara fisik apakah gawat atau tidak. Namun apabila indikasi itu nantinya hanya sakit biasa maka yang bersangkutan diberikan pengobatan sesuai prosedur medis saja.‎

Sementara itu, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi Maluku, Dr Rita Tahitu MKes, yang dihubungi media ini via telepon belum bisa dikonfirmasi untuk memberikan keterangan karena telepon nya belum tersambung.

"Jadi, intinya pasien masih terindikasi, belum positif. Kita tunggu perkembangan dan pemantauan para medis di Saumlaki saja sesuai prosedurnya nanti terhadap si pasien," tambah Kombes Pol Moh Roem. (NP)‎

Penulis:

Baca Juga

error: Content is protected !!