Sekilas Info

KASUS PERKOSAAN

Polresta Ambon Tunggu Petunjuk Jaksa Soal Berkas Perkara 17 Pemerkosa Siswi SMA di Salahutu

Foto: Ian Toisutta Kasubbag Humas Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, Iptu Julkisno Kaisupy.

satumalukuID- Penyidik unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, masih menunggu petunjuk jaksa, soal berkas perkara milik 17 tersangka yang diduga memerkosa DS, siswi SMA di Kecamatan Salahutu, November 2019 lalu.

Petunjuk jaksa masih dinantikan polisi setelah berkas perkara belasan tersangka tersebut, sudah diserahkan beberapa waktu lalu.

"Berkas perkara milik 17 tersangka kasus persetubuhan anak di bawah umur sudah kami kirim," ungkap Kasubbag Humas Polresta Pulau Ambon Iptu Julkisno Kaisupy kepada satumalukuID, Kamis (13/2/2020).

Setelah diserahkan, juru bicara Polresta Pulau Ambon ini mengaku pihaknya tinggal menunggu petunjuk jaksa.

"Kalau ada perbaikan maka kita akan perbaiki. Kalau sudah lengkap, kita akan serahkan dalam tahap 2," tandasnya.

Berkas 17 tersangka itu adalah 15 diantaranya masih di bawah umur. Yakni JP (17), ARP (15), FDS (17), FRS (16), FRO (15), HL (16), IF (15), IL (17), JW (15), JS (16), JSL (15), JL (17), ML (16), RL (17), dan SAU (16). Sedangkan dua orang tersangka, sudah tergolong dewasa.  Yaitu IKI (18), dan SL (20).

Untuk diketahui, kasus asusila itu terungkap pada Kamis (30/1/2020). Terbongkarnya perbuatan asusila ini setelah DS, selaku korban perkosaan disuruh ibunya masuk sekolah.

Dua pekan sudah korban enggan ke sekolah. Dia malu setelah disetubuhi secara bergilir oleh rekan-rekannya sendiri. Sebagian besar adalah teman sekolahnya.

Kapolresta Pulau Ambon, Kombes Pol. Leo Surya Nugraha Simatupang, mengaku, perbuatan tersangka dilakukan dalam kondisi sadar atau tidak dalam pengaruh minuman keras.

Dari hasil pemeriksaan menunjukan, korban diperkosa pacarnya berinisial JP, bersama  delapan rekan sebayanya pada November 2019 lalu.

Kejadian itu berulang-ulang di  tujuh Tempat Kejadian Perkara (TKP). Ini karena korban diancam akan dipermalukan dihadapan orang-orang. Karena mereka mengetahui kejadian pertama.

Korban diperkosa sejak November 2019 sebanyak tiga kali dengan waktu dan TKP berbeda. Kemudian berlanjut  dua kali pada Desember dan terakhir pada awal Januari 2020 lalu.

Foto: Kasubbag Humas Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, Iptu Julkisno Kaisupy.

Penulis: Ian Toisutta
Editor:Embong

Baca Juga

error: Content is protected !!