Sekilas Info

KASUS BNI AMBON

Ditreskrimsus Polda Maluku akan Telusuri ke Mana Aliran Uang Rp.76,409 Miliar dari Tata Ibrahim

satumalukuID/Ian Toisuta Kantor BNI Cabang Ambon di Jalan Said Perintah, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon.

satumalukuID- Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Maluku akan menelusuri ke mana uang sebesar Rp76,409 miliar yang masuk ke rekening Tata Ibrahim alias TI, tersangka baru kasus BNI Ambon itu mengalir.

Uang puluhan miliar rupiah yang berada di beberapa rekening Tata Ibrahim tersebut, ditransfer oleh Farradhiba Jusuf alias Fara, mantan WakilPimpinan BNI Cabang Ambon. Dia merupakan tersangka utama dalam kasus pembobolan bank pelat merah tersebut.

“Kalau ada lagi aliran dana dari Tata Ibrahim kepada yang lain, yang jelasnya pasti dipanggil. Itu namanya kita mengejar aliran dana,” kata Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol. M. Roem Ohoirat kepada satumalukuID, Kamis (13/2/2020).

Puluhan miliar rupiah itu ditransfer oleh Fara secara bertahap ke beberapa rekening. Seluruh rekening itu dikuasai oleh Tata Ibrahim.

Uang yang dikirim Fara tersebut, kata Ohoirat, bukan hanya masuk di satu rekening saja, namun ke beberapa rekening. Sejumlah rekening yang menerima aliran dana, diduga hasil pembobolan BNI Ambon, itu dikuasai oleh TI.

Juru bicara Polda Maluku ini belum mengetahui apakah sejumlah rekening itu seluruhnya atas nama Bank Negara Indonesia (BNI) ataukah ada juga dari bank lain.

“Kita akan telusuri setelah menyelesaikan berkas perkara milik enam tersangka sebelumnya,” katanya.

Enam tersangka kasus pembobolan dana nasabah BNI Ambon yang telah mendekam sebelumnya di penjara adalah Fara dan anak angkatnya Soraya Pellu, Kepala Kantor Cabang Pembantu (KCP) BNI Mardika Ambon Andi Rizal alias Callu, KCP BNI Tual Chris Rumalewang, KCP BNI Aru Josep Maitimu, dan KCP BNI Masohi Martije Muskita.

Penulis: Ian Toisutta
Editor:Embong

Baca Juga

error: Content is protected !!