Sekilas Info

AKSI DEMO

Demo di Pelni Ambon Ricuh, Kader PMII Ditahan Polisi, Kacab: Mau Disarankan Naik KM Sabuk Nusantara 103

satumalukuID -  Kericuhan mewarnai aksi demo yang dilakukan sejumlah kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) di depan Kantor PT Pelni Cabang Ambon, Rabu (12/2).

Pendemo dan polisi sempat terlibat bentrok sehingga empat orang diamankan aparat kepolisian.

Polisi juga langsung membubarkan aksi karena tidak ada pemberitahuan awal.

Aksi demo itu sendiri dilatarbelakangi protes atas tindakan represif terhadap beberapa kader PMII yang dilakukan oleh beberapa oknum Polri dan Pegawai PT Pelni Cabang Ambon yang bertugas di Pelabuhan Yos Sudarso Ambon.

Koordinator aksi demo Imam Parman meminta Polda Maluku serta pimpinan PT Pelni untuk mengambil tindakan tegas terhadap oknum anggota atau pegawai yang melakukan tindakan represif.

Sementara itu, Kepala Cabang PT. Pelni Ambon, Samto menyesalkan aksi demonstrasi PMII yang berakhir anarkis karena terjadi bentrok dengan personel Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease.

"Saya sebenarnya memiliki niat baik untuk menerima para demonstran dengan menawarkan 10 orang berdialog. Namun, maunya 15 orang di ruangan kerja. Hanya saja, tidak terealisasi karena mereka telah bersitegang dengan aparat kepolisian," kata Samto.

Dia bahkan telah turun ke loket penjualan karcis/tiket dan meminta berdialog secara damai, kendati personel intel polisi telah berkoordinasi bahwa aksi tersebut belum mengantongi izin dari Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease.

"Sayangnya para demonstran tidak bisa menahan diri sehingga melempar botol minuman mineral dan dilerai aparat kepolisian, tetapi berakhir dengan anarkis. Bahkan, sejumlah demonstran diamankan," ujar Samto.

Disinggung saat para demonstran orasi disampaikan salah satu alasannya karena PMII Maluku tidak mendapatkan tiket berangkat ke Tual, dia menjelaskan, pada 11 Februari 2020 dilaporkan bagian operasi bahwa mereka meminta keringanan untuk 50 orang.

"Sebenarnya bila PMII Maluku ketemu secara baik - baik, kendati soal keringanan harga tiket itu kewenangan Dirjen Perhubungan Laut Kemenhub, maka bisa disarankan memanfaatkan jasa KM Sabuk Nusantara 103 yang harga tiketnya hanya Rp35.000 per penumpang," tandas Samto.

Baca Juga

error: Content is protected !!