Sekilas Info

OPERASI GRATIS UROLOGI

Sembilan Hari, Tim Dokter dari Vlissingen Berhasil Operasi Gratis 64 Orang Penderita Urologi di Kota Ambon

Humas Pemkot Ambon Para pasien operasi gratis urologi yang dilakukan Tim Dokter Vlissingen Belanda bekerjasama dengan Pemkot Ambon.

satumalukuID- Hampir dua pekan sudah, tim dokter yang berasal dari Pemerintah Kota Vlissingen-Belanda, berhasil melakukan operasi urologi kepada puluhan orang warga di Kota Ambon, secara gratis.

Sejak 4 Februari 2020 hingga hari ini, tim dokter dari Kota Vlissingen yang melakukan bhakti sosial ini berhasil melakukan operasi urologi yang diderita 64 orang pasien di RSUD dr. M. Haulussy, Kota Ambon.

"Pasien yang dioperasi sampai tanggal 12 (Februari 2020) itu 64 orang. Dan pasien yang dijadwalkan untuk dioperasi hari ini sebanyak 20 orang," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Ambon, drg. Wendy Pelupessy kepada wartawan, Selasa (12/2/2020).

Operasi urologi terlaksana atas kerjasama Sister City antara Kota Vlissingen-Belanda dan Kota Ambon-Indonesia. Operasi urologi diantaranya bedah saluran kemih, prostat, batu ginjal dan beberapa masalah kesehatan lainnya.

"Jadi yang terdaftar di puskesmas itu 304 orang. Khusus Ambon terdapat 260 orang. Di luar Ambon 44 orang. Pasien yang screaning sampai hari kemarin itu 190 orang," katanya.

Menurut Wendy, ratusan pasien yang mendaftar tidak seluruhnya dioperasi. Sebab, mereka harus discreening dan diuji laboratorium terlebih dahulu.

Selain itu, para pasien yang mendaftar juga akan dicek kembali terkait masalah kesehatannya. Apakah penyakit yang dialami sesuai dengan indikasi yang akan dioperasi atau tidak.

"Kalau misalnya lolos screening juga belum tentu dioperasi. Karena harus dites labiratorium juga apakah bisa di operasi atau tidak," katanya.

Wendy mengakui, operasi urologi secara gratis ini mendapat respon positif dari masyarakat. Warga sangat antusias sehingga terlihat dari jumlah pasien yang mendaftar.

"Mungkin yang terbanyak dari operasi sebelumnya. Karena kita ketahui bersama bahwa kita dapat ijin resmi, kemudian kita pasang baleho untuk pemberitahuan di masyarakat. Jadi antusias masyarakat sangat besar," sebutnya.

Antusiasme masyarakat, tambah dia, datang dari keluarga miskin terutama Kota Ambon, yang memang betul-betul membutuhkannya.

"Jadi ini sangat dirasakan manfaat oleh masyarakat. Mereka sangat antusias," ujarnya.

Keinginan besar masyarakat untuk mengikuti operasi urologi tersebut, lanjut Wendy, juga dikarenakan pihaknya mendapat ijin dari Kementerian Kesehatan dalam hal ini PPSDM.

"Kita kemarin juga dikunjungi oleh tim dari Kementerian Kesehatan, itu dari PPSDM untuk melihat bagaimana jalannya proses operasi ini," jelasnya.

Dengan kedatangan tim dari Kemenkes itu, Wendy mengaku pihaknya bekerja secara maksimal. Ini dilakukan agar pengurusan ijin-ijin berikutnya nanti, mungkin bisa dipermudah.

"Karena baru kali ini, pertama kali kami dikasih ijin oleh Kementerian Kesehatan dalam hal ini PPSDM dan KKI secara resmi, oleh karena itu mereka datang melihat sendiri apakah benar operasi dilakukan sesuai dengan prosedur yang kami usulkan atau tidak," jelasnya.

Sayangnya, lanjut dia, operasi tersebut tidak bisa sepenuhnya dilakukan. Sebab, pihaknya dibatasi. Yakni keterbatasan tenaga urologi dan fasilitas yang kurang memadai.

"Tenaga urologi hanya dua orang, kemudian ruang OK yang tersedia hanya 1 dan waktu juga yang dibatasi sehingga tidak semua pasien yang terdaftar ikut operasi," katanya.

Selain itu, tambah Wendy, pihaknya juga terkendala dengan peralatan. Di mana, peralatan yang dipakai saat operasi, ada macet, dan juga permasalahan listrik.

"Ada alat yang kadang-kadang pada saat operasi ada macet, ada mandek, kemudian listrik ada bermasalah. Jadi ini juga ada hambatan hambatan yang nanti besok setelah tim operasi, malamnya kita akan evaluasi lagi untuk langkah langkah di tahun depan seperti apa," tandasnya.

Penulis: Ian Toisutta
Editor:Embong

Baca Juga

error: Content is protected !!