Sekilas Info

KASUS BNI AMBON

Kapolda Maluku Sebut Kasus BNI Ambon Rumit, Bisa Ada Penambahan Tersangka

Foto: Ian Toisutta Kapolda Maluku Irjen Pol Royke Lumowa di Tribun Lapangan Polda Maluku Letkol CHR Tahapary, Tantui, Kota Ambon, Senin (10/2/2020).

satumalukuID- Kapolda Maluku Inspektur Jenderal Polisi Royke Lumowa, mengaku, penanganan kasus pembobolan dana nasabah BNI Ambon, termasuk sulit. Kendati demikian, dia memperkirakan akan ada penambahan tersangka baru.

Menurutnya, kasus pembobolan dana nasabah dan bank milik negara sebesar ratusan miliar rupiah tersebut hingga kini masih terus bergulir. Saat ini kasus itu telah menjerat tujuh orang tersangka.

“Kasus BNI ini masih bergulir terus. Bisa saja ada penambahan tersangka,” tegas Royke kepada wartawan, usai memimpin apel terakhir sebagai Kapolda Maluku di Lapangan Polda Maluku Letkol CHR Tahapary, Tantui, Kota Ambon, Senin (10/2/2020).

Kasus pembobolan dana BNI yang dilakukan tersangka utama Farradhiba Jusuf Cs itu, tambah mantan Kakorlantas Polri ini termasuk salah satu perkara rumit di Indonesia. Sehingga penanganannya harus berhati-hati.

“Kasus BNI ini rumit, karena ini masalah uang dan uangnya besar. Jarang ada kasus perbankan yang bisa cepat di negeri ini, Century misalnya dan lain-lain. Makanya beta hati-hati,” terangnya.

Penanganan kasus tersebut, lanjut dia, dilakukan pelan-pelan agar tepat dalam memutuskan seseorang sebagai tersangka.

"Sehingga jangan sampai orang yang tidak bersalah malah ditetapkan tersangka, ataupun sebaliknya. Ini bahaya," tandasnya.

Untuk diketahui, kasus ini telah menjerat tujuh tersangka. Diantaranya Farradhiba Jusuf, mantan Wakil Pimpinan BNI Cabang Ambon, Soraya Pellu, anak angkat Fara, Andi Rizal alias Callu, Kepala Cabang Pembantu (KCP) Mardika, Chris Rumalewang-KCP Tual, Josep Maitimu-KCP Aru, Martije Muskita-KCP Masohi dan terakhir yaitu Tata Ibrahim, Pejabat Divisi Humas BNI Wilayah Makassar.

Penulis: Ian Toisutta
Editor:Embong

Baca Juga

error: Content is protected !!