Sekilas Info

KEBUDAYAAN

Walikota Ambon Tandatangan Deklarasi Banjarmasin, Terima Anugerah Kebudayaan di Puncak Acara HPN

Foto: Nevy Hetharia Walikota Ambon Richard Louhenapessy, penerima Anugerah Kebudayaan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) menandatangani Deklarasi Banjarmasin di Hotel Mercure, Banjarmasin, Jumat sore (7/2/2020),.

satumalukuID - Walikota Ambon Richard Louhenapessy dan kepala daerah penerima Anugerah Kebudayaan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Jumat sore (7/2/2020), menandatangani Deklarasi Banjarmasin bersama Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendi, di Hotel Mercure, Banjarmasin.

Adapun deklarasi yang ditandatangani Walikota Richard berbunyi “Kami Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) bersama Bupati dan Walikota penerima AK-PWI Pusat 2020, seniman, budayawan, akademisi dan para pecinta kebudayaan mengajak pemangku kepentingan bersama-sama mendorong kebudayaan sebagai salah satu prioritas pembangunan di Indonesia”.

Dengan ditekennya deklarasi Banjarmasin, maka seluruh pihak ingin mengajak pemangku kepentingan bersama-sama mendorong kebudayaan sebagai salah satu prioritas pembangunan di Indonesia.

Mendahului penandatangan Deklarasi Banjarmasin, Walikota Richard bersama empat kepala daerah penerima Penghargaan Kebudayaan PWI, ikut berdialog bersama Menteri PMK, Ketua Dewan Pers Muhammad Nuh, Bupati Serdang Bedagai, Walikota Bau Bau, Walikota Banjarmasin, dan Bupati Halmahera Barat.

Dialog kebudayaan ini diikuti ratusan wartawan yang datang ke Kota Banjarmasin untuk memperingati Hari Pers Nasional tahun 2020.

Pada kesempatan tersebut, Walikota Richard memaparkan alasan hingga dia memperjuangkan Ambon menjadi kota musik yang diakui Unesco. Dia juga menjelaskan manfaat dari status kota musik yang telah merubah budaya Orang Ambon dalam menghargai karya musik.

“Kalau dulu music itu banyak yang menjalaninya sebagai hobi. Sekarang music sudah dipandang sebagai sumber pendapatan industry kreatif,” ujarnya.

Musik, bagi warga Ambon, juga merupakan sarana membangun harmoni sosial karena sifatnya universal.

Seusai mendengarkan penjelasan dari para kepala daerah penerima Anugrah Kebudayaan PWI, Menko PMK, Muhadjir Effendy mengapresiasi Anugerah Kebudayaan ini sebagai salah satu upaya meningkatkan kepedulian budaya di daerah.

"Ini sangat bagus untuk mendorong dan merangsang daerah-daerah untuk melakukan pendataan penataan dan revitalisasi berbagai macam situs keluhuran budaya di daerah itu," ucapnya kepada banjarhits.id, Jumat (7/2/2020).

Menurut Muhadjir, hal ini tentu berkorelasi dengan program prioritas pemerintah pusat di bidang kebudayaan. Sebab pada 2020, disiapkan Dana Abadi Kebudayaan sebesar Rp 1 triliun per tahun untuk dimanfaatkan guna kegiatan para budayawan.

"Saya kita itu nyambung dengan program pemerintah prioritas bidang kebudayaan, yang sudah disetujui bapak presiden ya itu disediakan anggaran Dana Abadi Kebudayaan. Setiap tahun akan kita tambah yang kemudian manfaatnya untuk buayaan berkarya," jelasnya.

Selain Dana Abadi Kebudayaan, pemerintah pusat menyediakan Dana Alokasi Khusus (DAK). Meski jumlahnya masih di bawah Rp 1 triliun per tahun, diharapkan anggaran itu bisa terus ditambah.

"Kemudian juga ada DAK kebudayaan yang jumlahnya masih belum banyak masih dibawah 1 triliun. Kalau tidak salah mulai 2020 ini itu akan terus menambah, saya berharap itu bisa di atas 1 triliun per tahun," ujar Muhadjir.

Rencananya, penyerahan Anugerah Kebudayaan PWI kepada Walikota Ambon dan Sembilan kepala daerah lainnya akan diserahkan pada seremoni puncak peringatan Hari Pers Nasional di Banjarmasin yang dihadiri Presiden Joko Widodo, Sabtu pagi (8/1/2020).

Menko PMK Muhadjir Effendy dan kepala daerah penerima penghargaan PWI saat acara Dialog Anugerah Kebudayaan di Hotel Mercure, Banjarmasin, Jumat sore (7/2/2020).

Penulis: m-15
Editor:Redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!