Sekilas Info

PIMPINAN DEWAN

Usulan Pergantian Wakil Ketua DPRD Maluku Richard Rahakbauw Mulai Berproses di Komisi I

Dok Richard Rahakbauw (ketiga dari kiri) saat mengikuti pelantikan bersama pimpinan DPRD Maluku lainnya, tahun 2019 lalu.

satumalukuID - Usulan pergantian jabatan Wakil Ketua DPRD Maluku Richard Rahakbauw yang diajukan Partai Golkar sedang dibahas Komisi I DPRD. Semua pihak yang berkepentingan di dengar pendapatnya.

"Kita akan mendengar keterangan semua pihak, baik Richard Rahakbauw selaku wakil ketua DPRD Maluku (F-Golkar) maupun pihak Partai Golkar. Dari masukan kedua pihak baru komisi melakukan pengkajian," kata Ketua Komisi I DPRD Maluku, Amir Rumra di Ambon, Kamis.

Dari hasil dengar pendapat, akan dilakukan rapat internal dan menjadi referensi bagi Komisi I dan  diteruskan ke pimpinan DPRD untuk menggelar rapat paripurna.

"Kita melakukan penggodokan sesuai mekanisme yang diamanatkan dalam tata tertib DPRD, tetapi ketika diserahkan kepada paripurna yang mempunyai kewenangan untuk memutuskan, apakah yang kita lakukan itu benar atau tidak," tandasnya.

Dalam rapat komisi I, Richard Rahakbauw menjelaskan sebagaimana apa yang dialaminya termasuk tahapan proses yang sampai di Mahkamah Partai Golkar, dan juga dijelaskan tetang aturan dan mekanisme partai, peraturan serta AD/ART partai.

Tetapi semua yang disampaikan akan menjadi masukan dan referensi bagi komisi dan memang belum diputuskan.

Terkait rencana untuk mendengarkan pendapat ahli, bisa saja ahli hukum tata negara atau pun hukum administrasi negara, Amir mengakui pihaknya baru menerima surat di komisi dan langsung memprosesnya dengan mengundang penasihat partai golkar, sedangkan Richard Rahakbaw baru bisa hadir hari ini.

Seperti diketahui, DPP Partai Golkar menerbitkan surat R-1180/Golkar/X/2019 SK yang ditandatangani Ketua Umum Airlangga Hartarto dan Sekjen Lodewijk F Paulus tentang pergantian Pimpinan DPRD dari Fraksi Partai Golkar. Surat tersebut diajukan ke DPRD Maluku untuk diproses.

Semula Richard Rahakbauw ditetapkan menjadi Pimpinan DPRD Maluku dari Partai Golkar. Namun dengan adanya surat tersebut, Richard Rahakbauw digantikan posisinya dengan R Effendi Latuconsina.

Terkait hal tersebut, Richard Rahakbauw melakukan perlawanan hukum untuk mendapat keadilan.

Sekedar mengingatkan, politikus Golkar Richard Rahakbauw tahun 2015 lalu pernah menghebohkan publik satu Indonesia karena saat Rapat Pansus DPRD Maluku membahas masalah di Bank Maluku dia datang hanya mengenakan celana pendek dan sendal jepit.

Di ruang rapat Richard mengamuk sehingga rapat menjadi chaos.

Tingkah kontroversial Richard diberitakan secara luas oleh media massa dan disikapi berbagai macam komentar.

Baca Juga

error: Content is protected !!