Sekilas Info

SUMBER DAYA MANUSIA

SDM Terampil dengan Produktifitas Tinggi Diharapkan Tekan Angka Pengangguran di Maluku

satumalukuID - Sumber Daya Manusia (SDM) yang terampil dengan produktivitas yang tinggi, diharapkan dapat menekan angka pengangguran di Provinsi Maluku serta siap menghadapi era globalisasi.

"Saat ini kita memasuki era digitalisasi dan revolusi industri 4.0, kondisi dimana teknologi semakin berkembang sehingga berdampak luas di beberapa aspek, salah satunya industri pada alat atau mesin yang diintergrasikan dengan fasilitas cyber atau internet," ujar Ketua Komisi IX DPR RI, Felly Estelita, saat pertemuan bersama Pemerintah Provinsi Maluku, di Kantor Gubernur Maluku, Ambon, Kamis (06/02/2020).

Felly sampaikan bahwa kunjungan kerja Komisi IX merupakan pelaksanaan dari fungsi pengawasan yang mengedepankan kunjungan kerja ke Provinsi Maluku.

"Kunjungan kami dalam rangka monitoring terkait peran Balai Latihan Kerja (BLK) dalam pelaksanaan pelatihan vokasi dalam upaya peningkatan kualitas SDM di Provinsi Maluku," jelasnya.

Menurut Felly, pada masa ini akan terjadi peralihan dari penggunaan tenaga manusia menjadi mesin maupun robot, dan akan meningkat drastis pada tahun 2033.

"Proses peralihannya harus diikuti dengan kesiapan masyarakat, guna memperkuat daya saing SDM melalui pelatihan guna meningkatkan kualitas SDM," paparnya.

Felly sebutkan jika pemerintah memprioritaskan peningkatan kualitas SDM melalui pelatihan kerja atau vikasional training yang perlu terus dilakukan, terutama dalam sektor pertanian, dan perikanan yang menjadi sektor unggul di Maluku.

"Peningkatan kualitas SDM melalui pelatihan kerja di BLK, lembaga pelatihan swasta, maupun BLK komunitas yang menjadi ujung tombak dalam menghasilkan SDM yang kompeten dan mejadi jembatan yang efektif untuk menyesuaikan kompetensi pekerja dengan kebutuhan kerja," ujarnya.

Dia juga menambahkan bahwa upaya tersebut perlu mendapat dukungan dari pemerintah daerah, baik melalui penguatan Perda serta dukungan pembiayaan yang bersumber baik dari APBD maupun APBN.

Hal tersebut, menurut Felly, untuk mengoptimalisasi pelaksanaan pelatihan berbasis kompetensi dan peningktan produktivitas.

"Kami dari Komisi IX berharap peran BLK tidak hanya semata, namun dapat benar-benar dapat memberikan keahlian sehingga peserta dapat bersaing dan terserap di pasar kerja," tandasnya.

Penulis: Tiara Salampessy
Editor:Embong

Baca Juga

error: Content is protected !!