Sekilas Info

PENUTUPAN LOKALISASI

Tak Ada Lagi Lokalisasi Prostitusi di Kota Ambon, Pusat Seks Komersial Tanjung Batumerah Ditutup

FOTO ANTARA/HO-Humas Pemkot Ambon Penutupan lokalisasi Tanjung Batu Merah di Kota Ambon, Maluku, Kamis (6/2/2020) ditandai dengan penandatanganan deklarasi oleh seluruh komponen masyarakat serta penyerahan dana bantuan pemberdayaan bagi 52 Pekerja Sosial Perempuan (PSP).

satumalukuID - Kota Ambon mulai Kamis (6/2/2020), bersih dari lokalisasi prostitusi. Kementerian Sosial bersama seluruh komponen masyarakat telah menandatangani pernyataan deklarasi menandai ditutupnya lokalisasi prostitusi tertua di Kota Ambon, Tanjung Batumerah.

Selanjutnya 52 pekerja sosial perempuan (PSP) diberikan dana bantuan pemberdayaan oleh Kementerian Sosial dan dipulangkan ke kampung halaman oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon.

"Hari ini resmi lokalisasi ini ditutup dari aktivitas prostitusi, selanjutnya para PSP dikembalikan ke daerah asal," kata Wali Kota Ambon, Richard Louhenapessy, saat menutup lokalisasi tersebut.

Dikatakannya bahwa penutupan lokalisasi Tanjung Batu Merah merupakan yang ke-163 oleh Kemensos secara nasional.

Setelah melalui tahapan verifikasi dan sosialisasi yang bersifat persuasif, selanjutnya tim terpadu berkoordinasi dengan Kemensos untuk menutup lokalisasi

"Rencana penutupan dilakukan akhir tahun 2019, tetapi upaya inj bukan hanya sekadar menutup melainkan dilakukan deklarasi bersama yang difasilitasi Kemensos," katanya.

Dijelaskannya, kebijakan penutupan lokalisasi memberikan dampak positif dan juga negatif , dengan pertimbangan risiko yang besar, mengingat kebijakan ini bukan keinginan pemkot tetapi kebijakan nasional.

Berbagai upaya dilakukan untuk menjaga lingkungan lokalisasi, serta menghindari kemungkinan menebarnya virus yang dapat memberikan implikasi kesehatan bagi lingkungan dan masyarakat.

"Selain itu juga berdampak pada pembinaan anak di lingkungan lokalisasi. Yang pasti kita tidak akan menutup mata, kita akan menyelesaikan masalah setelah penutupan hari ini," kata Richard Louhenapessy.

Sebanyak 52 PSP terhitung mulai hari ini dikembalikan ke daerah asal seperti Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, dan Kalimantan Timur.

Baca Juga

error: Content is protected !!