Sekilas Info

KESEHATAN

Tiga Anak Penderita Gizi Buruk Masih Dirawat di RSUD Ambon, Idealnya Orang Tua Ikut Kegiatan Pos Yandu

satumalukuID - Dokter spesialis anak RSUD Dr M Haulussy Ambon Sri Wahyuni menyatakan RSUD dr. Haulussy Ambon saat ini masih merawat tiga anak penderita gizi buruk. Sebelumnya, ada empat, namun salah satu penderita yakni Ellena (8 bulan), warga Suli, Kabupaten Malteng, teah meninggal dunia.

Adapun tiga anak penderita gizi buruk yang tengah dirawat di RSUD Dr M. Haulussy adalah  Levensia Lehalima (3,8) warga Amahusu, Kota Ambon, Klementina Tabora (8), warga Kabupaten Kepulauan Tanimbar dan Yohanes Lesnussa (3) warga Kabupaten Buru Selatan.

Menurut Sri Wahyuni upaya optimal terus dilakukan untuk memulihkan gizi mereka. Hasilnya, sudah menunjukkan perkembangan yang baik.

Selama ini, kasus yang seringkali terjadi, orang tua baru membawa anak untuk diperiksa saat kondisinya sudah kritis. Padahal, upaya mengatasi gizi buruk bisa dilakukan lebih awal jika aktif mengikuti kegiatan pos yandu.

"Kegiatan posyandu yang dilaksanakan setiap bulan penting untuk memantau pertumbuhan dan perkembangan anak melalui pengukuran tinggi badan dan penimbangan berat badan secara berkala," katanya, Selasa (4/1/2020).

Kegiatan di Posyandu diantaranya menimbang anak untuk memantau pertumbuhannya supaya tidak ada gejala bayi dan balita mengalami gizi buruk dan kekerdilan.

Selain itu juga dilakukan penyuluhan pemberian makanan sehat, mengingat banyak kejadian pemberian makanan yang salah bagi anak.

"Selama ini orang tua ternyata tidak memanfaatkan posyandu secara baik. Banyak orang tua tidak terlalu peduli dengan kondisi anak yang pendek dan berat badan yang tidak stabil. Mereka menganggap anak yang lincah itu sehat padahal belum tentu," katanya.

Dijelaskan juga, Posyandu sangat membantu mendeteksi secara dini apakah pertumbuhan atau perkembangan anak optimal atau tidak melalui Kartu Menuju Sehat (KMS).

"Melalui KMS kita bisa melihat perkembangan anak. Jika tidak berada di garis hijau, petugas posyandu harus langsung merujuk sang anak ke rumah sakit untuk dilakukan pemeriksaan lanjutan. Masyarakat harus memanfaatkan posyandu untuk mendeteksi masalah gagal tumbuh, gizi kurang atau kekerdilan, " ujarnya.

Baca Juga

error: Content is protected !!