Sekilas Info

KASUS BNI AMBON

Lengkapi Petunjuk Jaksa Soal Kasus BNI Ambon, BPK Minta Klarifikasi dari Siong dan Dani

satumalukuID- Berkas perkara tersangka kasus pembobolan dana nasabah BNI Ambon, yang dikembalikan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Kejaksaan Tinggi Maluku, kini sedang dilengkapi penyidik Ditreskrimsus Polda Maluku.

Berkas P19 itu berisi beberapa petunjuk. Salah satunya adalah penggunaan pasal tindak pidana korupsi (tipikor). Untuk melengkapi petunjuk itu, penyidik Ditreskrimsus Polda Maluku, meminta bantuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI.

"BPK memang datang untuk melakukan perhitungan kerugian negara terkait dengan kasus BNI. Hal ini untuk menjawab salah satu petunjuk dari JPU agar dilakukannya Pasal Korupsi," kata Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol. M. Roem Ohoirat, Selasa (4//2/2020).

Terkait dengan itu, maka kata Ohoirat, semua yang terkait dengan kasus pembobolan dana nasabah bank pelat merah sebesar Rp58,950 miliar tersebut pasti akan diambil keterangannya.

"Hari ini yang dimintai keterangan adalah Dani. Kalau Siong kemarin. Sementara yang lain saya tidak tahu kapan," ungkap Ohoirat.

Terhadap orang-orang yang dipanggil, Ohoirat mengaku mereka dimintai klarifikasinya. Tujuannya untuk Perhitungan Kerugian Negara (PKN).

"Jadi bukan pemeriksaan tetapi untuk perhitungan kerugian negara," tandasnya.

Penulis: Ian Toisutta
Editor:Embong

Baca Juga

error: Content is protected !!