Sekilas Info

ORANG HILANG

Hasil Nihil, Keluarga Korban Hilang di Selat Haruku – Saparua Akhirnya Minta Basarnas Ambon Hentikan Pencarian

satumalukuID- Semua upaya telah dilakukan Basarnas Ambon. Bahkan, permintaan keluarga untuk melakukan penyelaman di dasar laut sudah dilakukan pada Selasa hari ini (4/2/2020). Tapi hasilnya tetap masih nihil.

Keluarga Yance Kaya, korban yang jatuh dari atas speedboat karena diduga dihantam gelombang dan hilang di selat antara Pulau Haruku dan Saparua, Rabu malam (30/1/2020), akhirnya meminta Basarnas Ambon untuk menghentikan pencarian.

Keluarga korban lelaki berusia 40 tahun yang hilang di laut dan hingga kini nasibnya belum diketahui tersebut, mengaku pasrah dan ikhlas.

"Keluarga korban telah meminta kami untuk menghentikan proses pencarian di hari ke enam hari ini," kata Kepala Basarnas Ambon Muslimin, kepada satumalukuID, malam ini.

Permintaan penghentian pencarian setelah Nelci Kaya/Saliha (49), setelah sebelumnya istri korban meminta agar dilakukan penyelaman.

"Menurut keluarga korban seperti biasanya orang yang tenggelam di daerah situ nyangkut di karang. Dan kami lakukan penyelaman tadi. Namun hasil juga tetap nihil," katanya.

Karena belum membuahkan hasil, tim SAR kemudian berkoordinasi dengan keluarga korban. Sehingga istri korban dan keluarga mengaku telah mengikhlaskan. Mereka meminta pencarian untuk dihentikan.

"Maka operasi SAR terhadap korban diajukan untuk ditutup dan dilanjutkan dengan pemantauan," tandasnya.

Untuk diketahui, Yance Kaya diduga terjatuh saat speedboat yang ditumpanginya berangkat dari Haria, Pulau Saparua. Korban diduga terjatuh karena dihantam gelombang. Sementara Nus Laturiu (40), nahkoda speedboat selamat.

Penulis: Ian Toisutta
Editor:Embong

Baca Juga

error: Content is protected !!