Sekilas Info

PROGRAM EMAS BIRU

Jeffry Slamta, PNS Kodam XVI Pattimura yang Mampu Manfaatkan Laut sebagai Sumber Ekonomi Keluarga

FOTO: Pendam Pattimura Jeffry Slamta, PNS Golongan II/D Kodam XVI Pattimura di lokasi usaha keramba ikan miliknya.

satumalukuID - Salah satu PNS Golongan II/D Kodam XVI Pattimura, Jeffry Slamta saat ini telah bertransformasi sebagai seorang wirausaha bidang perikanan. Dia mampu melihat peluang di balik program emas biru yang dikreasi tempatnya bekerja.

Jeffry yang seseharinya bertugas di kesatuan Denmadam XVI Pattimura memulai usaha dengan modal seadanya membuat keramba jaring apung pada tahun 2009. Saat itu, ia memulai dengan memelihara ikan bubara (Giant Trevally), Kerapu Cantan dan kerapu Bebek/Tikus.

Sambil berusaha, dia memperkaya pengetahuan budidaya ikan secara otodidak dari buku. Lazimnya usaha, proses jatuh bangun dilewati dengan tegar. Hingga kini dia sudah memiliki 18 kotak keramba yang diisi 500 ikan per keramba. Omzet usahanya sudah ratusan juta per tahun.

Jeffry pun bisa memanen keramba hingga beberapa kali setahun. Dalam sekali panen, Ikan Bubara dan Kerapu Cantan selama 6 bulan dari pembibitan ia bisa mendapat untung bersih perbulan hingga Rp. 3.100.000 per kotak. Untuk kerapu tikus/bebek lebih mahal lagi namun untuk masa panennya lebih lama.

Harga jual ikannya cukup beragam. Ikan Bubara ukuran konsumsi restoran dijual dengan harga Rp 80.000 hingga Rp 60.000 per kilogram (kg). Begitu juga dengan Kerapu Cantan. Untuk ikan Kerapu Tikus/Bebek seharga Rp 350.000 per kg.

Ikan-ikan yang dipanen dijual ke pedagang di pasar-pasar Maluku. Selain itu, beberapa restoran juga memesan ikan darinya. Permintaan pun akan melonjak dari biasa, menjelang tahun baru.

Hingga saat ini, boleh dibilang, Jeffry merupakan pionir budidaya ikan keramba jaring apung bukan hanya di Maluku tapi hingga Maluku Utara. Mulai dari Pulau Seram, Saparua, Kep Aru, MTB, MBD, dll.

Dari keramba juga, Jeffry mampu menyekolahkan anaknya hingga kuliah kedokteran dan rencanya akan lulus tahun 2021 serta membuat rumah kos-kosan 10 kamar sebagai usaha tambahan.

Tak mau sendiri mendapatkan manfaat dari usahanya, Jeffry membantu masyarakat lain yang ingin meniru usahanya. Dia membagikan pengalamannya dengan membolehkan mereka membantu mengurus keramba miliknya.

Saat ini, sudah ada sekitar 32 orang yang tergabung dalam kelompok usaha keramba di Teluk Ambon, hingga 80 kelompok usaha keramba se Maluku dan Maluku Utara. Satu kelompok bisa beranggotakan 10 orang. "

PROGRAM EMAS BIRU

Keberhasilan yang sudah diraih Jeffry, harus diakui tak lepas dari program emas biru yang menjadi andalan Kodam XVI/Pattimura. Program ini telah terbukti mampu mendorong peningkatan kesehateraan masyarakat Maluku dan Maluku Utara.

Memang, bagi masyarakat Maluku bisnis keramba jaring apung merupakan hal baru dan belum banyak diminati. Masyarakat lebih suka memancing atau orang Maluku biasa menyebutnya “Mengail”. Tetapi demi peningkatan ekonomi keluarga, tak ada salahnya melihat peluang baik di balik program emas biru tersebut.

Jeffry bisa menjadi teladan hidup. Meski hanya tamat SMEA kejuruan Perkantoran, dia memiliki keinginan besar untuk mensejahterakan masyarakat Maluku.

Tak hanya sukses dengan usahanya saja, Ia ingin sukses menggali potensi daerah sekitar dan merangkul para pengusaha-pengusaha serupa supaya memiliki nilai ekonomi yang besar.

"Saya percaya, kalau kita bisa membangun usaha dari lingkungan sekitar manfaatnya akan lebih terasa bagi masyarakat," ujarnya.

Baca Juga

error: Content is protected !!