Sekilas Info

KASUS PERKOSAAN

Diantara 17 Pelaku, Ada yang Perkosa Siswi SMA di Salahutu Dua Sampai Tiga Kali di Tempat Berbeda

Foto: Ian Toisuta Dua tersangka dari 17 pelaku pemerkosaan siswi SMA di Kecamatan Salahutu, Pulau Ambon, saat ekspose publik di Mapolresta Pulau Ambon dan PP Lease, Jumat (31/1/2020).

satumalukuID – Kasus perkosaan siswi SMA di Kecamatan Salahutu, Maluku Tengah sangat memprihatinkan. Sebab di antara ke-17 pelaku perkosaan ada yang melakukannya berkali-kali di tempat berbeda pada si korban yang baru menginjak usia 15 tahun tersebut.

Kepala Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, Komisaris Besar Polisi Leo Simatupang, menjelaskan ada tujuh lokasi kejadian perkara dan ada pelaku yang terlibat antara dua sampai tiga kali di lokasi-lokasi berbeda.

"TKP pertama sekitar November 2019 sebanyak tiga kali, kemudian Desember 2019 terjadi dua kali, dan terakhir pada Januari 2020 dan setiap TKP, jumlah pelakunya berbeda-beda seperti ada yang lima orang, tujuh orang, dan seterusnya,” ungkap Kapolresta, Minggu (2/2/2020)..

Dia menegaskan, ke-17 tersangka itu dijerat melanggar pasal 81 UU Nomor 17/2015 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman lima hingga 15 tahun penjara dan ditambah lagi dengan pasal 64 KUH Pidana tentang perbuatan berlanjut

Awalnya polisi menerima laporan seorang ibu rumah tangga bahwa anak perempuan yang masih di bawah umur telah disetubuhi 17 laki-laki secara berulang kali sejak akhir 2019 hingga awal 2020.

Menurut Simatupang, orangtua korban mengakui kalau dia mendapatkan laporan dari pihak sekolah tempat korban menimba ilmu pada suatu SMA di Kecamatan Salahutu (Pulau Ambon), Kabupaten Maluku Tengah. Kemudian setelah dilakukan pengembangan, polisi menangkap 17 pelaku.

Hasil pemeriksaan polisi terhadap para pelaku, 15 orang di antaranya masih berusia di bawah umur dan dua pelaku lainnya bersuai 18 tahun dan 20 tahun.

Modus operandi yang mereka gunakan adalah mengajak korban untuk bersetubuh dan kalau tidak dipenuhi maka ancamannya akan dipermalukan, sebab kemungkinan para pelaku mengetahui korban bersetubuh dengan pelaku-pelaku lainnya.

"Karena diancam, maka mau atau tidak korban terpaksa memenuhi keinginan para pelaku, dan kejadian ini berulang kali pada enam lokasi kejadian perkara sehingga polisi sedang melakukan pendalaman," kata Simatupang.

Inisal pelaku yang dewasa SL (18 tahun) dan AMR (20 tahun) dan sudah dijadikan tersangka serta ditahan, kecuali untuk yang masih remaja diserahkan ke LP Anak di Waiheru karena statusnya masih pelajar.

Satu pelaku merupakan pacar korban dan usianya juga masi remaja, sama dengan usia korban.

Simatupang menyatakan, korban terkena trauma tetapi masih bisa komunikasi dengan polisi untuk memberikan keterangan, dan masih ada hubungan kekerabatan semacam sepupu antara beberapa pelaku dengan korban.

Penulis: Daniel Leonard
Editor:Redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!