Sekilas Info

ROUND UP SATUMALUKU

Berita Pemerkosaan dan Pembunuhan Anak Viral; Info Penyebab Gempa, dan Visit Ambon 2020 Diminati

Foto: Ian Toisutta Kapolresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease Kombes Pol Leo Surya Nugraha Simatupang saat mengekspose pengungkapan tersangka narkoba, Jumat (31/1/2020).

satumalukuID - Selama sepekan kemarin, berita kriminal, informasi gempa, dan pengembangan pariwisata menjadi perhatian puluhan ribu pembaca yang mengunjungi situs berita www.satumaluku.id. Berita-berita tersebut menjadi perhatian karena viral di berbagai platform media yang diakses masyarakat Maluku.

Berita kriminal tentang kasus narkoba yang ditangani Polresta Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease sepanjang Januari 2020 mendapat perhatian utama karena keterlibatan dua wanita ibu rumah tangga serta empat pria lainnya yang ditangkap di sejumlah tempat di Kota Ambon.  (Baca: 2 Ibu Rumah Tangga Warga Gunung Nona dan Bentas Ambon serta 4 Pria Ditangkap Terkait Kepemilikan Sabu)

Kasus narkoba memang trending, karena setiap kali polisi melakukan penangkapan pada para pelaku kasus narkoba, setiap saat juga masih ada warga di Kota Ambon yang terjerat narkoba.

Selain kasus narkoba, kasus pemerkosaan yang dilakukan warga Negeri Wakasihu, Kecamatan Salahutu,  Maluku Tengah juga menjadi perhatian pembaca.

Interest kemanusiaan warga pembaca tergerak karena dua korban adalah anak kandung terdakwa yang digauli sejak kanak-kanak hingga usia menjelang dewasa. Banyak warga yang akhirnya senang karena majelis hakim Pengadilan Negeri Ambon memvonis terdakwa 16 tahun dan hukuman denda. (Baca: Warga Wakasihu yang Setubuhi Dua Anaknya sejak Kecil Hingga Usia Dewasa Dihukum 16 Tahun Penjara)

Yang cukup mengagetkan juga adalah kasus pemerkosaan 17 pemuda yang mengagahi seorang siswi SMA di Kecamata Salahutu, Pulau Ambon, Maluku Tengah. Tindakan ini sangat tragis karena dari ke-17 pelaku, sebanyak 15 orang masih masuk dalam ketegori usia anak. Hanya dua pelaku saja yang sudah memasuki usia dewasa.

Polisi menduga perilaku negatif ini terjadi karena kebiasaan mengkonsumsi tayangan-tayangan porno. (Baca: 17 Pemuda yang Perkosa Siswi SMA di Salahutu, Diduga Gara-gara Sering Nonton Film Porno).

Kasus seorang ayah yang melakukan kekerasan sehingga anaknya meninggal dunia di Negeri Silale, Kecamatan Nusaniwe mengundang keprihatinan warga. Kasus KDRT tersebut, dinilai sangat keterlaluan, apalagi dipicu karena faktor miras. (Baca: Dipengaruhi Miras, Warga Negeri Silale Ambon Aniaya Anak Kandung Usia 3 Tahun Hingga Tewas)

Lepas dari berbagai berita kriminal tersebut, warga juga masih menaruh perhatian sungguh pada informasi terkait gempa. Adanya patahan lempeng bumi baru yang membentang sepanjang 35 kilometer dari Kairatu ke Pulau Haruku menjadi atensi para pembaca.

Apalagi patahan baru itu yang berdasarkan hasil penelitian Institut Teknologi Bandung menjadi pemicu terjanya Gempa di Pulau Ambon, Seram Bagian Barat dan Pulau Haruku. (Baca: Patahan Baru Kairatu hingga Teluk Haruku Pemicu Gempa 6,5 SR Terbentuk Akibat Gerakan Bebatuan).

Masalah pariwisata Kota Ambon juga menyita perhatian pembaca (Baca: 1 Februari RTP Amahusu Beach Diresmikan Sore Hari sekaligus Promo Keindahan Sunset di Teluk Ambon). Pencanangan Visit Ambon 2020 yang dilakukan di Amahusu Beach, disambut beragam oleh warga Kota Ambon (Baca: Launching Visit Ambon 2020 di Amahusu Beach Meriah, Semua Komunitas Seni Tampil Mempesona).

Ada aura optimisme event ini akan membangkitkan gairah kepariwisataan di Maluku secara umum, namun ada juga warga yang menilai event tersebut secara kritis karena berharap berbagai event yang digelar Pemkot Ambon harus bisa memberikan nilai ekonomis kepada masyarakat serta menambah pendapatan asli daerah. (Baca:  Pemkot Bentuk Ambon Tourism Board, Warga Ingatkan Transparansi PAD yang Diserap dari Sektor Pariwisata)

Sikap skeptis pembaca juga ditunjukkan saat Pemkot Ambon merilis tentang pemasangan WiFi gratis di sejumlah tempat di Kota Ambon. Mereka berharap program ini diseriusi, jangan sampai ekspektasi besar masyarakat yang ingin mengakses internet gratis malah kecewa akibat kecilnya kecilnya kuota internet yang disediakan. Jangan sampai baru 10 warga saja yang mengakses di lokasi wifi gratis, ternyata sudah lemot. (Baca: Akan Dilakukan Uji Coba Wifi Gratis di 11 Lokasi, Warga Ambon: Jang Sampe Cuma Wacana Ulang)

Pariwisata Maluku juga masih dikritisi, karena ternyata kurangnya perhatian pemerintah daerah untuk memberikan pelatihan bagi masyarakat yang memproduksi oleh-oleh lokal untuk wisatawan. Selama ini kemasan oleh-oleh lokal dari Kota Ambon tidak memberikan rasa nyaman kepada para wisatawan yang berkunjung ke daerah ini. Padahal Maluku adalah negeri kaya yang memiliki hasil-hasil laut maupun panganan local yang seharusnya bisa menjadi nilai bagi para wisatawan (Baca: Maluku Negeri yang Kaya, Namun Wisatawan Tidak Dapat Membawa Oleh-oleh yang Menarik dari Ambon).

Rencana relokasi pedagang Pasar Mardika Ambon ke sejumlah tempat di wilayah Kota, mendapat perhatian warga seiring akan dilaksanakannya proses revitalisasi Pasar Mardika.

Selama ini keberadaan pedagang Pasar Mardika Ambon menjadi salah satu masalah perkotaan yang disorot warga karena lokasi pasar yang sudah tidak bisa menampung jumlah pedagang sehingga badan jalan pun digunakan sebagai tempat berjualan. Padahal, Pantai Mardika merupakan salah satu aset wisata Kota Ambon. (Baca: Relokasi 2.327 Pedagang Pasar Mardika akan Dimulai; Pasar Transit Passo, Airlouw dan Air Kuning Juga akan Dimanfaatkan)

Berita prestasi anak-anak Maluku yakni keikutsertaan Yoan Clara Tekel, Jujaro Ambon 2019, di ajang Pemilihan Puteri Indonesia 2020 dan Duo Lestaluhu di Timnas U-19 juga dimintai para pembaca.

Yoan adalah dokter muda lulusan Rusia yang memiliki kemampuan knowledge serta performance yang dianggap bisa bersaing di ajang tahunan tersebut (Baca: Yoan Clara Teken Wakil Maluku di Ajang Pemilihan Puteri Indonesia 2020 Temui Senator Nono Sampono). Sedangkan Duo Lestaluhu yakni Hamsa Lestaluhu dan Rivaldo Lestaluhu direkrut Timnas U-19 yang sementara bergabung melakukan pemusatan latihan di Thailand cukup diapresiasi (Baca: Duo Lestaluhu di Timnas U-19 yang Sementara Melakukan Pemusatan Latihan di Thailand).

Seiring dengan seringnya terjadi kasus kebakaran di Kota Ambon, berita tentang jumlah kebakaran sepanjang Januari 2019 menjadi perhatian serius pembaca. Hal ini disebabkan karena berdasarkan rilis dari Dinas Damkar Kota Ambon, selama Bulan Januari 2020, setiap hari terjadi satu kali peristiwa kebakaran di Kota Ambon (Baca: Tiap Hari Satu Peristiwa Kebakaran Terjadi di Kota Ambon, Dinas Damkar: Januari 2020 Ada 31 Kasus).

Penulis: REDAKSI
Editor:REDAKSI

Baca Juga

error: Content is protected !!