Sekilas Info

LAJU INFLASI

Harga Bahan Makanan Jadi Penyumbang Terjadinya Inflasi di Kota Ambon dan Tual pada Januari 2020

John Soplanit Pedagang bawang di pasar Mardika

satumalukuID - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku mencatat Kota Ambon dan Tual pada Januari 2020 sama-sama mengalami inflasi. Inflasi kota Ambon sebesar 0,65 persen dengan indeks harga konsumen (IHK) 106,10. Sedangkan inflasi Kota Tual sebesar 0,68 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 105,22.

"Inflasi tertinggi terjadi di Kota Meulaboh sebesar 1,44 persen dengan IHK 106,20 dan inflasi terendah terjadi di Kota Gorontalo sebesar 0,03 persen dengan IHK sebesar 103,61," kata Kepala Bidang Statistik Produksi Jessica Eliziana Pupella di Ambon, Senin (3/1/2020)

Sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Kota Bau-Bau sebesar 1,39 persen dengan IHK sebesar 102,09, sedangkan deflasi terendah terjadi di Kota Kudus sebesar 0,01 persen dengan IHK sebesar 103,37.

Pada Januari 2020, dari 90 Kota IHK di Indonesia, tercatat 79 kota mengalami inflasi dan 11 kota mengalami deflasi.

Jessica mengatakan, dari 90 Kota IHK, ranking IHK Kota Ambon berada pada posisi keenam sedangkan Kota Tual pada posisi ke 13. Sedangkan inflasi Kota Ambon berada pada ranking ke-23 dan inflasi Kota Tual pada ranking ke-18.

Menurutnya, 10 komoditas utama yang memberikan andil terbesar terhadap inflasi Kota Ambon pada Januari 2020 di antaranya adalah cabai rawit (0,50 persen), ikan layang (0,24 persen), ikan selar (0,09 persen), bawang merah (0,08 persen), rokok putih (0,08 persen), telur ayam ras (0,05 persen), rokok kretek filter (0,04 persen), kentang (0,03 persen), cabai merah (0,03 persen), dan ikan tongkol (0,03 persen).

Sedangkan 10 komoditas utama yang mengalami penurunan harga atau yang memberikan andil terbesar terhadap deflasi Kota Ambon adalah angkutan udara (-0,53 persen), kangkung (-0,05 persen), apel (-0,03 persen), tomat (-0,03 persen), daging babi (-0,02 persen), ikan cakalang (-0,01 persen), bensin (-0,01 persen), ketimun (-0,01 persen), mie kering instan (-0,01 persen), dan bayam (-0,01 persen).

"Terjadinya inflasi pada Januari 2020 di Kota Ambon disumbangkan oleh beberapa kelompok pengeluaran yang mengalami kenaikan indeks, di antaranya kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 3,73 persen, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya 0,29 persen, kelompok kesehatan 0,05 persen, kelompok informasi, kom7unikasi, dan jasa keuangan 0,04 persen, kelompok pakaian dan alas kaki 0,02 persen," ujarnya.

Sedangkan kelompok transportasi justru mengalami penurunan harga sebesar 3,62 persen, sedangkan kelompok lainnya cenderung stabil.

Sementara itu, 10 komoditas utama yang memberikan andil terbesar terhadap inflasi Kota Tual pada Januari 2020 di antaranya adalah : ikan tongkol (0,35 persen), ikan kakap putih (0,35 persen), kangkung (0,13 persen), rokok kretek filter (0,08 persen), ikan baronang (0,07 persen), bawang merah (0,06 persen), ikan selar (0,06 persen), sawi hijau (0,04 persen), rokok putih (0,04 persen), dan mobil (0,03 persen).

Sedangkan 10 komoditas utama yang mengalami penurunan harga atau yang memberikan andil terbesar terhadap deflasi Kota Tual adalah: angkutan udara (0,49 persen), bayam (0,08 persen), pepaya (0,06 persen), ketimun (0,05 persen), ikan layang (0,05 persen), jeruk nipis (0,03 persen), angkutan laut (0,02 persen), mie kering instan (0,02 persen), ikan kembung (0,02 persen), dan keramik (0,01 persen).

Jessica menambahkan, hasil pemantauan di Kota Tual juga menunjukkan terjadi inflasi sebesar 0,68 persen, atau terjadi peningkatan IHK dari 104,51 pada Desember 2019 menjadi 105,22 pada Januari 2020. Inflasi Tahun ke Tahun Kota Tual tercatat sebesar 3,67 persen.

Penulis: Jimmy Ayal/M-5
Editor:Redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!