Sekilas Info

VISIT AMBON 2020

Launching Visit Ambon 2020 di Amahusu Beach Meriah, Semua Komunitas Seni Tampil Mempesona

Foto: Nofira Nussy Penampilan Amboina Brass Community yang membawakan lagu-lagu Ambon saat acara Launching Visit Ambon 2020 di RTP Amahusu Beach, Sabtu (1/2/2020)

satumalukuID – Berbagai suguhan musik tradisional, paduan suara dan group vocal serta letusan kembang api di Ruang Terbuka Publik (RTP) Amahusu Beach, Negeri Amahusu, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon menandai pencanangan (launching) program Visit Ambon 2020, Sabtu (1/2/2020).

Amboina Ukulele Kids Community misalnya. Sebagai tuan rumah, mereka tampil penuh antusias. Komunitas anak-anak kreatif ini memainkan ukulele sambil menyanyikan sejumlah lagu yang sudah menyatu dengan kehidupan sosial masyarakat Maluku.

Beberapa lagu Maluku dimaksud di antaranya Nusaniwe Tanjung Alang, Goro-gorone, Ambon Manise, Rindu Mau Pulang, Mari Bakira dan Bulan Pake Payung.

Komunitas Paduan Tahuri juga tampil apik membawakan sejumlah lagu dengan alat musik tradisional Maluku. Salah satu lagu yang mereka mainkan adalah Huhate.

Suasana tradisional Ambon dan Maluku juga semakin terasa saat Paduan Suling Bambu Jemaat Petra melantunkan sejumlah lagu di antaranya Sayang Kane.

Amboina Brass Community juga tak kalah menarik saat melantunkan tembang Kota Ambon Ibu Negeri Tanah Maluku dan Bapa Da. Belum lagi penampilan Arnesta Hawaian Band dan Amboina Voice yang semakin membuat Kawasan RPT Amahusu Beach Pono deng Musik.

Tak hanya itu, acara ini juga ditandai dengan penampilan Hotumese Choir dan joget Rindu Ambon yang merupakan kreasi PKK Kota Ambon.

Sementara itu, menandai pencanangan Visit Ambon 2020, Walikota Richard Louhenapessy mengatakan, program Visit Ambon 2020 atau kunjungan wisata ke Ambon merupakan titik awal kunjungan wisatawan ke Provinsi Maluku.

"Visit Ambon 2020 menjadi "starting poin" untuk pariwisata Maluku secara keseluruhan, karena jika kita tidak mulai, maka akan sulit untuk menggerakkan kabupatan dan kota lain di Maluku," katanya.

Indonesia, menurut walikota, kaya akan budaya dan wisata, karena itu Kementerian Pariwisata (Kemenpar) telah menenatpkan "10 Bali baru", tetapi Provinsi Maluku belum masuk dalam target nasional.

Program ini, merupakan upaya mengalihkan pandangan wisatawan untuk berkunjung ke Maluku yang memiliki banyak potensi wisata alam dan budaya yang sangat unik.

Ambon, harus bisa tampil dengan inovasi baru yang dapat memberikan keyakinan dan harapan untuk menjadi pintu masuk ke Provinsi Maluku.

"Malam ini kami bertekad mempersiapkan peningkatan pariwisata Maluku, saya percaya jalannya terbuka bagi Maluku untuk ditetapkan sebagai destinasi nasional, " ujarnya.

Walikota Richard mengakui, Ambon hanya menjadi "hub" atau transit, bukan tujuan wisata. Melalui Ambon akan dapat dilihat hebatnya potensi wisata di Kabupaten Maluku Tengah, seperti pulau Banda, Saparua, Pulau Ora, Hutan Manusela di Pulau Seram, Danau Rana di Buru, Pulau Bair di Maluku Tenggara dan Gunung Kerbau di Maluku Barat Daya (MBD).

Menurut dia, Ambon diharapkan dapat memberikan kontribusi di Maluku dan Indonesia, karena masyarakatnya memiliki keramah-tamahan dan potensi kelas dunia melalui Ambon City Of Music.

Pihaknya berharap, melalui Visit Ambon juga akan berdampak pada ekonomi kota secara signifikan, mengingat target utama sebenarnya masyarakat Maluku yang ada di Belanda.

Dari kunjungan ini, lanjutnya, jika bisa mendapatkan 5.000 orang saja, tiap orang menghabiskan 1.000 Euro atau sekitar Rp16 juta.

"Jika jumlah wisatawan yang datang mencapai 5.000 orang, maka akan ada dampak ekonomi bagi masyarakat Kota Ambon. Menyukseskan program ini kami harus serius, sehingga bisa mencapai 80-85 persen," katanya.

Baca Juga

error: Content is protected !!