Sekilas Info

PARIWISATA

Pemkot Bentuk Ambon Tourism Board, Warga Ingatkan Transparansi PAD yang Diserap dari Sektor Pariwisata

Foto: Aldi Hetharia Foto Ilustrasi saat pelaksanaan Amboina Music Carnival 2019

satumalukuID – Pemerintah Kota Ambon akan me-launching wadah baru untuk membantu penanganan pengembangan kepariwisataan yakni Ambon Tourism Board (ATB). Kaum milenial dirangkul di lembaga yang akan menjadi mitra strategis bidang kepariwisataan Kota Ambon tersebut.

Rencananya Ambon Tourism Board akan di-launching bersamaan launching Visit Ambon 2020 di Ruang Terbuka Publik (RTP) Amahusu Beach, Sabtu (1/2/2020).

Kepala Pariwisata Kota Ambon Rico Hayat, Jumat pagi (31/12/2020), menjelaskan ATB akan membantu Pemerintah Kota untuk mengembangkan kepariwisataan. Sudah saatnya Pemkot membuka diri untuk merangkul para professional kepariwisataan.

“Jadi nanti ATB ini akan membantu promosi maupun memberikan masukan dan kajian kepada Pemkot Ambon untuk sama-sama membangun kepariwisataan,” ungkapnya dalam program live Radio DMS Ambon.

ATB nanti akan membangun networking dengan berbagai pihak sehingga kolaborasi membangun pariwisata Kota Ambon semakin kuat.

Dia juga menegaskan, anggota ATB akan terdiri dari kalangan professional dan praktisi pariwisata, serta kaum milenial.

“Kami merangkul kaum milenial karena mereka tahu apa yang perlu dilakukan untuk lebih mendekatkan diri dengan kalangan mereka di berbagai tempat,” timpal Rico.

Sebelumnya, Pemkot Ambon sudah membentuk Ambon Music Office, sebagai official pengembangan musik dan memperjuangkan terwujudnya Ambon sebagai Kota Kreatif Berbasis Musik oleh Unesco.

Terkait keseriusan Pemkot Ambon mengembangkan pariwisata lewat berbagai event, salah satu warga Galala/Hative Kecil Ambon Stevan Melay memberikan sejumlah catatan.

Menurut dia, pengembangan pariwisata Kota Ambon belakangan ini sudah cukup baik. Namun, yang perlu menjadi concern sekarang adalah sejauh mana sektor pariwisara memberikan kontribusi positif untuk pengembangan ekonomi masyarakat.

“Pembiayaan pengembangan wisata yang menggunakan dana APBD harus berdampak untuk peningkatan ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Dia juga mengingatkan, Pemkot Ambon, agar transparan berapa tenaga kerja yang sudah diserap dari sector pariwisata selama ini dan berapa pendapatan asli daerah (PAD) yang sudah diserap dari sector pariwisata.

Hal lain yang penting adalah bahwa partisipasi masyarakat saat ini masih sebatas pada pelaksanaan event. Padahal, harusnya holistik.

“Jadi memang pengembangan wisata sudah baik, tapi kita harus terus meningkatkan parameter-parameter yang dirasakan masyarakat dari sisi ekonomi. Supaya masyarakat tidak apriori dengan event-event yang dilaksanakan Pemkot Ambon,” ungkap Stevan.

Penulis: M-15
Editor:Redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!