Sekilas Info

KESEHATAN

Kementerian Kesehatan Pastikan Maluku Termasuk Provinsi yang Belum Eliminasi Penyakit Kusta

Dok. Humas Pemprov Maluku Menteri Kesehatan RI Terawan Agus Putranto bersama sejumlah pejabat Pemprov Maluku, termasuk Plt Sekda Kasrul Selang di Kantor Kemenkes, Selasa (28/1/2020).

satumalukuID – Kementerian Kesehatan merilis delapan dari 34 provinsi di Indonesia yang belum eliminasi penyakit kusta atau dengan prevalensi lebih dari satu per 10.000 penduduk mengidap penyakit tersebut.

Satu dari delapan provinsi yang dirilis Departemen Kesehatan adalah Provinsi Maluku. Adapun tujuh provinsi lainnya adalah Papua Barat, Papua, Maluku Utara, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat dan Gorontalo.

"Untuk tingkat provinsi, terdapat delapan provinsi yang masih belum eliminasi kusta," kata Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes RI Anung Sugihantono di Jakarta, Kamis (30/1/2020).

Sementara untuk tingkat kabupaten dan kota, terdapat total 132 dari 514 kabupaten dan kota yang belum mencapai eliminasi kusta. Jumlah tersebut tersebar di 23 provinsi Tanah Air.

Menurut dia, tingginya angka kasus kusta di wilayah timur Indonesia disebabkan akses keterjangkauan ke lokasi tersebut sehingga terjadi keterlambatan dalam penanganan.

Ia mengatakan tidak mudah untuk mengirim obat-obatan karena keterbatasan akses. Di tambah lagi faktor budaya yang cukup memperlambat dan mereka yang tertutup sehingga tidak mudah bagi orang lain untuk masuk ke sana.

Kusta merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi Mycobacterium leprae yang tentunya bisa disembuhkan asal cepat ditemukan dan cepat diobati. Syaratnya adalah ditemukan sedini mungkin dan diobati. Kalau tidak langsung diobati tidak akan cepat sembuh.

Pada Januari 2019 lalu, Dinas Kesehatan Kota Ambon merilis temuan 56 kasus penyakit kusta pada 2018. Sedangkan Dinas Kesehatan Provinsi Maluku merilis 344 penderita kusta pada tahun 2018 menjalani proses perawatan.

Sementara itu, Komite Ahli Eliminasi Kusta dan Frambusia dr Sri Linuwih Menaidi mengatakan Papua masih menjadi salah satu provinsi yang berada pada zona merah untuk kasus kusta.

Ia menjelaskan untuk kasus kusta di Papua, prevalensinya mencapai 11 kasus dalam 10.000 penduduk. Angka ini jauh di atas angka nasional yang prevalensinya di bawah satu.

"Untuk nasional itu prevalensinya 0,7 dari keseluruhan penduduk sehingga tidak begitu terlihat," ujarnya.

Baca Juga

error: Content is protected !!