Sekilas Info

KASUS PERKOSAAN

17 Pemuda yang Perkosa Siswi SMA di Salahutu, Diduga Gara-gara Sering Nonton Film Porno

Foto: Ian Toisuta Dua tersangka dari 17 pelaku pemerkosaan siswi SMA di Kecamatan Salahutu, Pulau Ambon, saat ekspose publik di Mapolresta Pulau Ambon dan PP Lease, Jumat (31/1/2020).

satumalukuID- Sebanyak 17 orang pemuda yang memerkosa DS, siswi SMA yang bermukim di salah satu Desa di Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah, diduga gara-gara sering menonton film porno.

"Kami menduga ini karena nafsu saja. Kita masih terus dalami kemungkinan mereka sering menonton film porno," kata Kapolresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, Kombes Pol Leo Surya Nugraha Simatupang kepada wartawan, Jumat (31/1/2020).

Simatupang menyesali perlakuan pacar korban berinisial JP. "Modus dari pacar tersangka masih kita dalami, dan ini yang kita sesali," katanya.

Peristiwa itu berawal ketika korban diajak pacar dan kemudian diperkosa. Usai memerkosa, JP mengajak 6 orang rekannya untuk kembali menyetubuhi korban.

Dari kejadian itu, korban kerap diancam. Para pelaku akan menyebar aib tersebut. Karena takut malu, korban kerap menuruti kemauan mereka. Ia sering diperkosa.

Sejak bulan November, korban diperkosa sebanyak 3 kali. Kemudian 2 kali di Desember dan terakhir pada Januari 2020.

"Ada beberapa TKP ada cowoknya dan ada beberapa TKP tidak ada cowoknya. Yang mengancam ini teman-teman pacarnya. Pacarnya juga ikut menikmatinya," katanya.

Perbuatan bejat yang dilakukan belasan pelaku dengan sadar atau tanpa dipengaruhi minuman keras ini sempat membuat korban trauma.

"Hasil pemeriksaan awal korban ada trauma di dirinya. Tapi kita ajak komunikasi masih bisa berkomunikasi dengan baik," jelasnya.

Belasan pelaku bermukim di salah satu desa di Kecamatan Salahutu. Mereka juga merupakan teman sekolah korban.

Dari 17 pelaku yang telah ditetapkan sebagai tersangka, hanya dua yang sudah masuk kategori dewasa. Yaitu IKI (18) dan SL (20).

Belasan tersangka dikenakan Pasal 81 UU RI no 17 tahun 2015 tentang Perlindungan Anak dan atau Pasal 64 KUHPidana dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

"Kami tambahkan Pasal 64 KUHPidana karena ada pelaku yang juga ikut dari TKP pertama sampai TKP ke tujuh," ujarnya.

Untuk 15 tersangka yang masih di bawah umur ini, Simatupang mengaku akan diamankan di Lapas Anak di Waiheru, Kota Ambon. Adalah JP (17), ARP (15), FDS (17), FRS (16), FRO (15), HL (16), IF (15), IL (17), JW (15), JS (16), JSL (15), JL (17), ML (16), RL (17), SAU (16), IKI (18), SL (20).

Sementara itu, kalangan DPRD Maluku meminta lembaga swadaya masyarakat (LSM)  yang peduli terhadap korban kekerasan seksual agar memberikan pendampingan korban pemerkosaan oleh ke-17 pelaku tersebut.

"Sudah pasti ada rasa trauma yang mendalam terhadap korban dan bila tidak ada penanganan secara profesional maka bisa berdampak pada depresi," kata anggota DPRD Maluku, Ny. Saodah Santi Tethol di Ambon, Jumat (31/1/2020).

Dia juga meminta aparat penegak hukum untuk memberikan hukuman seberat-beratnya terhadap 17 remaja pelaku perkara dugaan tindak pidana persetubuhan terhadap korban.

"Sebagai wakil rakyat, kami menyatakan sungguh prihatin sekali karena ada kasus asusila atau tidak bermoral yang dilakukan anak-anak usia remaja terhadap seorang perempuan," tandasnya.

Maka belasan pelaku ini kalau boleh dihukum sesuai dengan aturan yang berlaku dan diharapkan tidak boleh ada keringan, karena ini merupakan sebuah perbuatan yang sungguh merugikan korban dan masa depannya juga akan hancur.

Penulis: Ian Toisutta
Editor:Embong

Baca Juga

error: Content is protected !!