Sekilas Info

KASUS PERKOSAAN

Diperkosa 17 Rekannya, Siswi SMA di Kecamatan Salahutu Dua Minggu Tak Masuk Sekolah Karena Malu

satumalukuID- Seorang siswi salah satu SMA di Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah, berinisial DS, diduga diperkosa rekan sekolahnya sendiri berjumlah 17 siswa. Satu diantaranya siswa SMP.

DS digiring 17 pemuda di bawah umur itu berawal dari ajakan pacarnya berinisial JP. Siswi 17 tahun ini dijamah sebanyak 3 kali di tempat dan waktu berbeda pada November dan Desember 2019.

Kasus itu baru diketahui ibu korban dari pihak sekolah. Tak tunggu lama, dia langsung melaporkan kejadian yang menimpa anaknya ini ke Polsek Salahutu, Kamis (30/1/2020). Kini sudah ditangani penyidik unit PPA Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease.

"Para pelaku diduga berinisial JP (pacar korban), JL, HL, AU, JFL, JS, ML, DS, RL, IL, JW, FS, AP, AM, SL, IF, dan FO. Satu diantaranya siswa SMP," kata sumber satumalukuID yang meminta namanya dirahasiakan.

Perbuatan bejat para pelaku berawal ketika JP, pacar korban mengajaknya pada November 2019 lalu. DS diajak ke rumah pelaku HL. Korban diajak untuk duduk dan bercerita. Tapi naas, setelah sampai di rumah tersebut, korban disuruh masuk dalam kamar dan langsung diperkosa.

Lebih parah lagi, pacar korban malah memanggil rekan-rekannya untuk kembali menyetubuhi kekasihnya tersebut. Secara bergantian, korban disetubuhi oleh 6 orang.

Beberapa waktu kemudian, korban kembali diajak temannya JL. Ia dibawa menuju rumah SL, sekitar pukul 20.00 WIT. Korban yang awalnya duduk bercerita, kemudian ditarik masuk ke dalam kamar. Mirisnya dia diperkosa oleh sebanyak 9 orang.

"Untuk yang ketiga terjadi pada Desember 2019. Korban dibawa oleh DN ke rumah JS, pukul 15.00 WIT. Korban kembali diperkosa oleh 3 orang," kata sumber kepolisian ini.

Karena malu, korban akhirnya memilih untuk tidak masuk sekolah selama 2 minggu. Ia kemudian disuruh ibunya agar kembali masuk sekolah, Kamis (30/1/2020).

Setelah masuk sekolah, Kepala Sekolah memanggilnya untuk menanyakan kenapa sampai dirinya tidak bersekolah selama dua minggu. Korban lalu menjawab jika dirinya telah diperkosa oleh beberapa siswa.

"Karena itu dirinya merasa malu untuk ke sekolah. Lalu orang tuanya dipanggil dan kepala sekolah kemudian memberitahukan," ujarnya.

Mendengar pengakuan kepala sekolah, ibu korban tidak terima dan langsung melaporkan kepada polisi di Markas Polsek Salahutu di Desa Tulehu, Kecamatan Salahutu.

Menerima laporan aparat Polsek Salahutu menuju sekolah dan mengamankan 15 orang siswa yang diduga pelaku pemerkosaan. Sempat diamankan di Mapolsek Salahutu, belasan pelaku itu lalu digiring bersama para orang tua mereka ke Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, Kota Ambon.

“Mereka saat ini sementara diamankan dan masih diperiksa di penyidik unit PPA Satreskrim Polresta Ambon,” ungkap Kasubbag Humas Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease Iptu Julkisno Kaisupy kepada satumalukuID.

Penulis: Ian Toisutta
Editor:Embong

Baca Juga

error: Content is protected !!